Pemkab Sintang Prioritas Bangun Tiga Gedung Ini
Penganggaran dan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, tergantung kemampuan keuangan Pemerintah Daerah.
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Sintang menegaskan tiga bangunan jadi prioritas penyelesaian oleh Pemerintah Kabupaten Sintang.
Tiga bangunan tersebut diantaranya Rumah Betang Tampun Juah di Jerora, Rumah Adat Melayu di Jalan YC Oevang Oeray, serta Rumah Sakit Rujukan Ade Mohammad Djoen Sintang di Jalan YC Oevang Oeray.
"Penganggaran dan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap, tergantung kemampuan keuangan Pemerintah Daerah. Sehingga, bangunan tidak dapat sekaligus langsung rampung," ungkap Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Sintang Ir Joni Nurhaili kepada Tribun Pontianak, Minggu (12/2/2017).
Baca: 98 Koperasi di Sintang Terancam Dibubarkan
Di tahun 2017, Jhoni mengatakan Rumah Betang Tampun Juah dan Rumah Adat Melayu di tahun 2017 sama-sama mendapat kucuran dana APBD Sintang masing-masing Rp 2,5 Miliar.
"Untuk finishing dua bangunan ini belum dapat diselesaikan tahun 2017," terangnya.
Kendati demikian, kemajuan pembangunan Rumah Betang Tampun Juah dan Rumah Adat Melayu tetap dipacu agar dapat digunakan oleh masyarakat.
Joni memaparkan saat ini Rumah Betang Tampun Juah diupayakan hingga tahap terpasang rangka atap dan atapnya.
"Rumah Betang perlu segera selesaikan bagian atas seperti atap. Jika atap terbangun, maka progress rumah betang sekitar 50 persen," katanya.
Pembangunan atap Rumah Betang juga disegerakan guna hindari pelapukan bangunan akibat terpapar panas matahari dan hujan.
"Untuk Rumah Adat Melayu akan disesuaikan peruntukannya. Rumah Adat Melayu itu ada tiga masa bangunan yakni Bangunan Kuadai yang sekarang sudah berdiri. Lalu, bangunan Tepak Sirih berada di tengah dan bangunan Balai Berangin di bagian sayap lainnya akan dibangun tahun ini," jelasnya.
Sementara itu, pembangunan Rumah Sakit Rujukan juga terus dilanjutkan. Di tahun 2017, pembangunan Rumah Sakit Rujukan mendapat bantuan dana bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Walau sumber dananya berasal dari Pemerintah Pusat. Tapi, Pemerintah Kabupaten Sintang akan anggarkan pembangunan gedung serbaguna atau gedung pertemuan di kawasan bangunan itu," tukasnya.
Tokoh Masyarakat Dayak, Chunoi menyampaikan impian masyarakat adat Dayak akan adanya bangunan Rumah Betang di Kabupaten Sintang. Chunoi berharap di masa kepemimpinan Jarot Winarno dan Askiman penyelesaian bangunan Rumah Betang selesai dengan cepat dan baik.
"Adanya Rumah Betang menjadi simbol persatuan Dayak-Dayak yang ada di Kabupaten Sintang. Nantinya, Gawai bisa dilaksanakan di Rumah Betang yang juga menjadi ikon pariwisata di Kalbar umumnya dan Sintang khususnya," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kepala-dinas-perumahan-rakyat-dan-kawasan-permukiman-prkp-kabupaten-sintang-ir-joni-nurhaili_20170212_192506.jpg)