Ikut Gege Meimei, Valensista Ingin Mengenal Budaya Tionghoa

Kadang sampai tidak makan dan mandi itu serunya, kita bersaing secara sehat namun kita juga keluarga saling mendukung

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIDHO PANJI PRADANA
Satu diantara peserta Meimei di dalam perayaan Cap Go Meh 2017 di Jalan Ponegoro Pontianak, Valensista (15)  

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Satu diantara peserta Meimei di dalam perayaan Cap Go Meh 2017 di Jalan Ponegoro Pontianak, Valensista (15) mengatakan mengikuti kompetisi Gege Meimei yang sudah memasuki tahun ke-7 karena ingin mengenal budaya Tionghoa.

"Karena saya lahir di keluarga yang suku Dayakya kental banget, sedangkan bapak saya orang Tionghoa. Namun saya tidak tahu kebudayaan Tionghoa, makanya saya ingin belajar kebudayaan Tionghoa, setiap tahun saya merayakan Imlek namun saya tidak tahu maknanya," ujarnya, Jumat (10/02/2017)

Valensista mengatakan cerita menarik ketika karantina adalah saat saling berbagi makanan, Ia mengatakan satu piring bisa 5-6 orang.

"Kadang sampai tidak makan dan mandi itu serunya, kita bersaing secara sehat namun kita juga keluarga saling mendukung," kata peserta Meimei Asal Kota Pontianak ini.

Dengan mengikuti kompetisi Gege Meimei ini, Ia berharap agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi bisa menjadi orang yang lebih dipercaya, karena menurutnya Ia dulu merupakan pribadinyang plin-plan, namun semenjak dikarantina Ia mengatakan sudah memahami dirinya.

"Saya yakin menang, ekspektasi saya masuk 7 besar Gege Meimei," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved