Hamid Terima Asuransi Nelayan Rp 160 Juta

Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah, bisa memberikan asuransi ini.

Penulis: Madrosid | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / MADROSID
Bupati Rusman Ali menyerahkan klaim asuransi nelayan sebesar Rp 160 juta, kepada ahli waris nelayan peserta asuransi meninggal dunia karena sakit di Mushalla, Babus Salam Desa Sepuk Laut, Kubu Raya, Kamis (9/2/2017). Ahmadi Hamid (41) penerima asuransi nelayan sebesar Rp 160 juta. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Mata Ahmadi Hamid (42) tampak berkaca-kaca saat menerima penyerahan klaim asuransi sebesar Rp 160 juta dari Bupati Rusman Ali, Kamis (9/2/2017).

Dia merupakan ahli waris dari Hamid Rasip (62) seorang nelayan asal Desa Sepuk Laut, Kecamatan Sungai Kakap. Penerimaan klaim asuransi nelayan merupakan pertama kalinya di Kalbar.

Baginya, uang sebesar itu, menjadi kali pertama diterimanya. Sehingga campur aduk antara bahagia dan sedih, lantaran baru ditinggal orang tuanya yang sudah terdaftar dalam program asuransi Jasindo bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Uang ini, akan saya serahkan sepenuhnya untuk ibu dirumah. Karena ibu sekarang sudah sendirian. Kami sebagai anak hanya mendampingi saja," kata Ahmadi Hamid, ditanya akan dikemanakan uang asuransi.

Orang tuanya meninggal Desember 2016 lalu usai melaut. Sebagai peserta asuransi, maka ahli warisnya berhak atas penerimaan klaim asuransi kematian.

Ada tiga ketentuan dalam penerimaannya, meninggal saat melaut, Rp 200 juta, meninggal diluar melaut Rp 160 juta dan cacat tetap Rp 20 juta selama sebulan.

Hamid merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Orang tuanya berprofesi menjadi nelayan untuk menghidupi keluarganya dan membesarkan dirinya bersama adiknya.

"Saya juga kadang melaut juga, walau tak sepenuhnya. Senang sudah pasti karena, uang ini akan sangat membantu. Tapi bagaimanapun sangat sedih sudah kehilangan orang tua yang sangat saya cintai," ungkapnya.

Saat ditanya bagaimana orang tuanya semasa hidup, ia tak mampu berkata-kata. Sebab, terlalu dini untuk melupakan seluruh kenangan semasa hidup bapaknya.

"Saya sangat berterima kasih kepada pemerintah, bisa memberikan asuransi ini. Setidaknya ini sangat bermanfaat untuk kebutuhan hidupnya nanti," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved