Pasien Gizi Buruk

BREAKING NEWS: Pertumbuhan Gintang Lambat, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Anak

Paling parah kondisinya, dalam tiga tahun terakhir ini, membuat kakinya kecil dan makan tidak mau, serta ada penyakit bawaan juga

Tayang:
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SAHIRUL HAKIM
Yosep Gintang (17) warga Desa Setunggul, Kecamatan Silat Hilir, hanya bisa terbaring lemah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Diponegoro Putussibau, Selasa (7/2/2017) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU -  Dokter Spesialis Anak RSUD Ahmad Diponegoro Putussibau, Lidya Diah menuturkan, Yosep Gintang mempunyai riwayat kesulitan berjalan. Awalnya ia mengalami perlambatan perkembangan, sehingga sulit berjalan. "Diperkirakan sejak umur empat tahun," katanya, Selasa (7/2/2017).

Menurutnya, usia Yosep menginjak 17 tahun berat badannya bisa 40 hingga 50 kilogram, namun karena mengalami perlambatan perkembangan sehingga hanya berat 23 kilogram.

"Paling parah kondisinya, dalam tiga tahun terakhir ini, membuat kakinya kecil dan makan tidak mau, serta ada penyakit bawaan juga,” ucapnya.

Baca: Usia 17 Tahun, Berat Yosep Gintang Hanya 23 Kilogram

Untuk penangganan sendiri, pihaknya melakukan perbaikkan gizi Yosep. Serta sudah melakuan pemeriksaan ke Laboratorium, hasilnya Yosep mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK), kemudian melakukan fisioterapi.

"Kami curigai anak ini juga mengalami infeksi paru, karena dari pengakuan orangtua pasien, tempat tinggal mereka juga kurang bersih," jelasnya.

Lidya berkeyakinan Yosep bisa sembuh hanya butuh proses yang lama, dan biaya yang tidak sedikit juga. “Pemerintah mungkin bisa menangung biaya pasien di rumah sakit. Tapi kita perlu pikirkan adalah, yang menjaga pasien ini juga perlu biaya seperti makan dan sebagainya," ungkapnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved