Musim Kemarau, Warga Cuci Beras Pakai Air Sungai

"Kasian masyarakat selama ini, kalau sudah musim kemarau persediaan air akan semakin menipis dan akan habis jika terlalu lama.

Penulis: Madrosid | Editor: Jamadin

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Warga Desa Terentang Hilir mengalami kesulitan  mendapatkan air bersih tatkala kemaru tiba. Kondisi ini memaksa mereka mencuci beras dengan air sungai. Kondisi ini terjadi hampir setiap musim kemarau tiba.

Kepala Desa Terentang Hilir, Heri Yulianto mengatakan pihaknya telah beberapa kali berupaya mencarikan solusi, membuat saringan secara manual serta membeli drum-drum penampungan air hujan lebih banyak.

"Tapi hasilnya tetap saja kurang maksimal dan kapasitasnya kurang memadai. Makanya kehadiran Bappeda dengan program Pamsimasnya ini bak gayung bersambut bagi kami. Dalam memenuhi air bersih di masyarakat," kata Heri, Senin (6/2/2017).

Kades menjelaskan selama ini, masyarakat selalu dihantui kekurangan air bersih pada saat kemarau. Keberadaan drum penampung air tak bisa mencukupi kebutuhan air di masyarakat tatkala kemarau datang melanda.

"Kasian masyarakat selama ini, kalau sudah musim kemarau persediaan air akan semakin menipis dan akan habis jika terlalu lama. Makanya kita sangat menyambut baik sekali dengan adanya program pamsimas ini. Kita berharap ini bisa segera terealisasi," ungkapnya.

Ia mengatakan permasalahan air tak bisa dihindari untuk daerahnya. Sebagai wilayah pesisir ketersediaan air bersih untuk minum hanya dari hujan. Sedangkan untuk air sungai, kebanyakan memiliki tinggi asamnya.

"Jika memang program ini benar-benar bisa hadir di tempat kami tentunya menjadi harapan paling besar. Apalagi desa kami ini, ibu kota kecamatan. Kita sangat menyambut baik sekali. Dan kami sangat berterimakasih sekali. Point utamanya supaya bisa menolong masyarakat dari kekurangan air bersih," paparnya.

Seluruh masyarakat, lanjutnya juga telah menyepakati bahkan sangat bahagia dengan informasi adanya program pamsimas. "Kalau seandainya program ini gol bisa terealisasi kami dari desa tidak masalah kalau harus membiayai operasional awal. Karena ini untuk kepentingan desa kami siap dan sanggup," tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved