Kucurkan Rp 30 Miliar ke 10 Lembaga di Kapuas Hulu

Pertemuan tertutup tersebut Bupati Kapuas Hulu, didampingi langsung oleh Kabid Perencanaan Perekonomian Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu Abang Hamzah....

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Mirna Tribun

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan melakukan pertemuan khusus dengan Bupati Kapuas Hulu AM Nasir, dalam rangka program kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan pemerintah Amerika dengan tujuan hutang untuk kegiatan konservasi hutan.

Pertemuan tertutup tersebut Bupati Kapuas Hulu, didampingi langsung oleh Kabid Perencanaan Perekonomian Bappeda Kabupaten Kapuas Hulu Abang Hamzah, di Ruangan Rapat Bupati Kapuas Hulu, Selasa (31/1/2017) pukul 11.30 WIB.

Program Director Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan Puspa Dewi Liman menyatakan, di Kapuas Hulu sejak tahun 2012 ada sembilan lembaga yang bermitra dengan TFCA ditambah di tahun 2017 jumlah sebanyak 10 lembaga bekerja di Kapuas Hulu.

10 lembaga tersebut seperti, AOI, Forum DAS Labian-Leboyan, Kompakh, Aspuk, Forina, Lanting Boneo, dan YDT, Sampan, dan Gemawan, yang menjadi mitra dari TFCA Kalimantan, untuk melakukan kegiatan konservasi hutan dan perlindungan spesis penting yaitu Orang Hutan dan sebagainya. Juga membangun ekonomi masyarakat kaitan dengan konservasi hutan.

"Contohnya kami memberikan hibah ke organisasi organik Indonesia, yang membangun madu hutan dengan tujuan, untuk memperbaiki mutu madu, harga, pasar, dan sertifikasi madu," ujarnya.

Maka dengan ini TFCA Kalimantan meminta kepada Pemerintah Kapuas Hulu, untuk melanjutkan program-program yang telah pihaknya bentuk di Kapuas Hulu.

"Jangan sampai kami bantu, lalu selesai dan habis. Diharapkan, pemerintah daerah bisa melanjutkannya program tersebut seperti mutu madu. Kalau mutu madu berubah maka pasar tidak mau, sehingga harganya murah," ucapnya.

Terkait bantuan kepada 10 lembaga yang bekerja dengan TFCA Kalimantan di Kapuas Hulu, kata Puspa Dewi Liman pihaknya membantu anggaran sekitar Rp30 miliar.

Sedangkan baru terserap sampai dengan Rp 20 miliar.

"Dana ini bertahap pembayarannya," jelasnya.

Sedangkan tujuan lain dari TFCA Kalimantan adalah membangun pembelajaran dari kegiatan telah dilakukan selama ini.

"Kita tidak ingin setelah programnya terbangun habis begitu saja, maka diharapkan Pemerintah daerah bisa menindaklanjutinnya. Bagaimana masyarakat tetap menjaga hutan secara regulir," katanya.

Puspa juga menyatakan, 10 lembaga yang diberikan hibah oleh TFCA Kalimantan tidak bekerja sendiri.

Dimana juga membangun kelompok-kelompok masyarakat yanhg telah dibina oleh lembaga tersebut.

"Kapuas Hulu memilki SDA sangat banyak, sehingga masyarakat bisa menfaatkan alam yang ada untuk perningkatan ekonomi," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved