Aplikasikan Hand Painting Pada Rancangannya, Savitri Gandeng Seniman Sambas

Desainer Etnik Muslim Kalbar, Savitri akan turut serta dalam Indonesian Fashion Week di tanggal 2 Februari mendatang di Jakarta.

Penulis: Ayu Nadila | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/LISTYA SEKAR SIWI
Abdul Muis (27) seniman asal Sambas yang melukis diatas gaun rancangan desainer etnik muslim Savitri di workshop Savitri di jalan dr Wahidin Pontianak 

 Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Listya Sekar Siwi 

 TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Desainer Etnik Muslim Kalbar, Savitri akan turut serta dalam Indonesian Fashion Week di tanggal 2 Februari mendatang di Jakarta.

Ia menggandeng seorang pelukis bernama Abdul Muis (27) seniman asal desa Pasar Melayu Sambas yang melukis diatas baju rancangannya.

Baca: Savitri akan Pamerkan 12 Koleksi Fashion Hand Painting-nya Pada IFW di Jakarta

Baca: Ikut Dalam Indonesian Fashion Week, Savitri Angkat Kekayaan Paloh Lewat Rancangannya

Ini merupakan kali pertamanya melukis diatas media yang berbeda, biasanya Muis melukis di kanvas ataupun di dinding.

Ia mengaku pada awalnya kesulitan, apalagi pada pemilihan pewarna yang akan digunakan.

“Ini bahannya sulit, saya tanya teman-teman saya yang lain katanya pewarnanya campur pengembang kue supaya dapat dengan mudah digunakan. Setelah lulus kuliah ini barulah saya tahu ternyata ada pewarna remasol dan juga indigosol untuk warna tekstil. Kemudian coba pakai pewara remasol ternyata cocok, tidak perlu pakai pengembang kue,” jelasnya.

Kesulitan pengaplikasian teknik dan warna di atas silk sutra sangat ia rasakan, diperlukan kehati-hatian dalam pengerjaannya agar tidak “bleber” kemana-mana.

Pengerjaannya juga tergantung mood, jika mood sedang baik dalam satu malam saja dapat selesai untuk satu gaun.

“Kadang habis dicuci eh berubah warna lagi jadi harus dilakukan berulang. Saat proses cokelat warna hitam, dicuci baru jadi warnanya kelihatan. Jurusan saya sebenarnya bukan di seni lukis, cuma ada mata kuliahnya. Saya cuma di seni kria yaitu keramik, tekstil dll. Saya lebih ke keramik, basicnya di ornamen,” jelas alumni Institut Seni Indonesia Jogjakarta ini.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved