Masyarakat Dua Desa Sepakat Serahkan Masalah Pemuda ke Kepolisian

Selain dari terlapor warga Penibung juga sebaliknya terlapor dari Desa Pasir bahkan diketahui dari kepolisian mencapai 10 orang.

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/DHITA MUTIASARI
Pertemuan jajaran aparat Polres Mempawah, bersama tokoh masyarakat Penibung dan Pasir serta forkopimda dalam mencari penyelesaian masalah isu provokatif yang berkembang belakangan ini di Mempawah, Jumat (27/1) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Sejumlah tokoh masyarakat Desa Penibung dan Desa Pasir mengaku sepakat untuk menyerahkan sepenuhnya persoalan kelompok pemuda yang sempat bertikai beberapa waktu lalu kepada aparat Kepolisian.

Tokoh Masyarakat Desa Penibung Maman Suratman, mengatakan pihaknya dari masyarakat Penibung pada intinya dalam rangka meredam isu dan situas ini.

"Kami dari pihak Desa Penibung sangat mendukung upaya yang dilakukan Polres dalam hal meredam situasi ini, karena memang isu yang berkembang simpang siur,"ujarnya yang juga diamini Tokoh pemuda lainnya dari FKPM Desa Pasir, Sulaiman.

Hal ini dikatakannya lantaran ada pihak sengaja menghembuskan persoalan meluas.

"Kami dari Penibung juga tidak menginginkan persoalan ini meluas, artinya ada upaya konkrit kepolisian dan masyaraka agar masalah ini dapat diredam bersama,"jelasnya.

Maka dari itu keterlibatan semua pihak sangatlah diperlukan.

Ia juga mengklarisikasi satu diantara dua terlapor pelaku pengeroyokan dari pihak Desa Pasir, bahwa AH yang hingga saat ini buron bukanlah warga Penibung.

"Saya juga tidak kenal, kalau memang warga kami, kami akan upayakan pihak kepolisian mencari,"ujarnya.

Selain dari terlapor warga Penibung juga sebaliknya terlapor dari Desa Pasir bahkan diketahui dari kepolisian mencapai 10 orang.

Terlebih dikatakanya Desa Penibung dan Desa Pasir hidup berdampingan sudah lama.

Namun mereka juga tidak menginginkan kehidupan berdampingan selama ini terkoyak-koyak oleh sebuah peristiwa yang tidak bisa diredam.

"Artinya harapannya peran kepolisian agar proses hukum sesuai prosedur,"jelasnya.

Iapun mengapresiasi kinerja Polres Mempawah bahwa secara langsung melaksaanakan kerja efektif dan efesien mengatasi permasalahan ini.

"Sudahlah kita ikuti, kalau masalah besar kita kecilkan, kalau kecil kita tutupi,"ujarnya. Kami setulus-tulusnya persoalan tidak meluas, justru karena persaudaraan ini yang tidak ingin kita retakkan.

"Kami juga minta pelaku yang masih belum ditangkap, maka segera ditangkap. Kemudian ditambahkan oleh Ustaz Sholihin, mengapresiasi respon aparat kepolisian. Memang kami meminta mediasi langsung agar isu tidak menyebar,"ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved