Imlek 2568
Makna Imlek Bagi Anggota DPRD Kubu Raya Hamdan
Pembalutan imlek menjadi hal yang spesial merupakan persatuan dan kesatuan. Dimana hal ini harus dijaga.
Penulis: Madrosid | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Menyambut perayaan Imlek tahun 2017 ini, bagi Anggota DPRD Kubu Raya, Hamdan mengajak seluruh masyarakat Tionghua, bisa memaknainya memperdalam silaturhami untuk persatuan seluruh masyarakat.
"Makna imlek ini siltaurahmi antar keluarga dan antar semua warga. Kita saling berlistaurhami dengan melibatkan multi etnis dan lintas agama. Disnilan kita menjaga budaya dan siliturahmi semakin utuh dan terjaga," katanya, Kamis (26/1/2017).
Menurut Legislator Partai Demokrat sebagai warga Tionghoa perayaan imlek menjadi kepercayaan tersendiri, dalam kebudayaan sesama masyarakat Tionghoa semkain bersatu kembali. Bahu membahu dalam membangun daerah bersama dengan terlibat di segala bidang.
"Pembalutan imlek menjadi hal yang spesial merupakan persatuan dan kesatuan. Dimana hal ini harus dijaga," tuturnya.
Baca: Makna Imlek Bagi Puteri Borneo 2016 Vega Juniati
Hamdan merincikan rentetan rangkaian pelaksanaan imlek bagi warga Tionghoa, diantaranya acara saling mengujungi satu sama lain dan menerima kunjungan.
"Meski dibalut perbedaan tapi kita tetap mendahulukan persatuan. Terutama toleransi antara semua umat manusia di NKRI," paparnya.
Baginya seluruh warga Tionghoa akan melaksanakan perayaan imlek dengan saling mohon maaf lahir batin. Hal itu dilaksanakan pada malam imlek. Terhadap seluruh keluarga dan warga.
"Intinya menikmati segala suasna dalam kebersamaan. Imlek ini sebagai perekat antar keluarga. Terutama pada keluarga orang tua istri dan anak. Serta berdoa agar tahun ini menjadi lebih baik dari tahun lalu," pungkasnya.
Sementara itu, Mina (37) istrinya melaksanakan imlek tidak lekang untuk saling memaafkan, terutama dengan suami dan orang tua serta sanak keluarga lainnya.
"Saat imlek kita akan berkumpul bersama dan saling memaafkan antara satu sama lainnya," ungkapnya cara merayakan imlek.
Ia menuturkan bahwa imlek mempersatukan sesama warga tionghoa dari lintas agama. Serta masyarakat lainnya dalam ruang kebersamaan di perayaan imlek.
"Makna imlek bagi kami merupakan pembaharuan, bersilaturahmi saling menguatkan dan memaafkan agar kedepannya kita bisa hidup bersama dengan kualitas lebih baik," pungkasnya.
Bupati Kubu Raya, Rusman Ali meminta perayaan imlek menjadi ajang silaturahmi. Sebagaimana perayaan dari masyarakat Tionghoa namun merupakan milik bersama sebagai aset.
"Imlek ini merupakan kebudayaan yang perlu dan harus didukung untuk tetap lestarikan sebagai kebudayaan milik bangsa," ungkapnya.
Ia menjelaskan kepada seluruh masyarakat agar bisa meningkatkan toleransi antar sesama masyarakat di Kubu Raya dan Kalbar. Keharmonisan diharapkan semakin terpatri dalam diri masing-masing seiring perayaan imlek.
"Dalam imlek ini kan proses saling memaafkan dan silaturahmi. Ini point yang paling penting untuk bisa dijaga bersama mewujudkan masyarakat cinta damai," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/hamdan_20160927_192237.jpg)