Harga Mahal, Bright Gas Kurang Diminati Masyarakat di Kayong Utara

Padahal saya juga nitip di tokoh lain, namun tidak ada yang laku satupun di toko tersebut, mungkin karena masih baru juga kali ya

Harga Mahal, Bright Gas Kurang Diminati Masyarakat di Kayong Utara
KOMPAS.COM
LPG Bright Gas 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Muhamadn Fauzi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA  - Gas non Subsidi 5.5 kg yang telah disosialisasikan kepada PNS dilingkungan Penerintah Kayong Utara oleh PT Pertamina beberapa waktu lalu masih sangat minim peminatnya.

Ati satu diantara pemilik toko yang menjual tabung gas 5,5 Kg yang dinamakan Bright Gas ini menuturkan, sepinya peminat Bright Gas ini mungkin disebabkan harga jual yang terlalu tinggi bila dibandingkan dengan harga Gas 3 Kg.

“Ada beberapa orang yang beli tabungnya namun sampai sekarang tidak ada yang mengisi ulang lagi mungkin karena masyarakat melihat terlalu mahal harganya,” terang Ati, Kamis (26/1/2017).

Dari penuturannya, Gas yang bermerek Bright Gas ini telah ia stok awal tahun kemarin sebanyak 150 tabung namun yang baru terjual hanya sekitar 40 tabung.

“Padahal saya juga nitip di tokoh lain, namun tidak ada yang laku satupun di toko tersebut, mungkin karena masih baru juga kali ya, ”katanya.

Dirinya mengungkapkan, banyak masyarakat yang masih mengeluh dikarenakan harga tabung yang cukup mahal dan perbandingan harga jauh lebih murah dari gas 3 Kg yang disubsidi pemerintah.

“Harga tabung yang 5.5 Kg Rp 331 ribu, sedangkan yang 3 Kg hanya sekitar Rp140 ribu, isi ulangnya yang 5.5 kg saja 70 ribu sedangkan yang 3 kg hanya 18 ribu hingga Rp 19 ribu saja, ini tentu jauh sekali perbandingannya, ”jelas ati lagi.

Sosialisasi yang diadakan pada 18 Januari 2016 di balai praja beberapa waktu lalu menekankan pada Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Pemda Kayong Utara untuk beralih ke Bright Gas 5.5 kg, namun dari keterangan sejumlah PNS yang ada mereka masih banyak yang menggunakan elpigi 3 Kg dengan alasan lebih murah dan mudah dijumpai
di toko-toko.

“Saya masih menggunakan elpiji 3 kg, belum pindah 5, 5 Kg, soalnya masih mikir - mikir mau menggunakan yang 5, 5 Kg, harganya cukup mahal, ” terang salah satu PNS yang enggan menyebutkan namanya ini. 

Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved