Bina 20 Petinju Profesional, KTI Target Tambah Koleksi Juara Kelas Dunia

Tidak puas sampai disitu, kini KTI Kalbar sedang serius untuk melakukan pembinaan dan mencari bibit-bibit petinju berpotensi asli Kalimantan Barat.

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Pengurus Komite Tinju Indonesia (KTI) Kalimantan Barat, Mario Vicardo Raza bersama Sekretaris Umum KTI Kalbar, Yudi Setiawan. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dunia olahraga tinju, khususnya tinju profesional di Kalimantan Barat memang sudah sangat diperhitungkan bahkan menjadi kiblat olahraga tinju profesional di Indonesia.

Hal ini mengingat Kalimantan Barat memiliki dua petinju profesional Komite Tinju Indonesia (KTI) Kalimantan Barat yang memegang gelar juara dunia di kelas yang berbeda.

Petinju tersebut ialah Daud 'Cino' Yordan pemegang sabuk juara kelas ringan (61.2 Kilogram) versi World Boxing Association (WBA) dan juniornya Iwan 'The Sniper' Zoda pemegang sabuk juara dunia International Boxing Federation (IBF) kelas Flyweight (50.8 Kilogram).

Tidak puas sampai disitu, kini KTI Kalbar sedang serius untuk melakukan pembinaan dan mencari bibit-bibit petinju berpotensi asli Kalimantan Barat.

Baca: Majukan Olahraga Tinju, Ini Rencana Jangka Pendek dan Jangka Panjang KTI Kalbar

Hal itu disampaikan langsung oleh Pengurus KTI Kalbar, Mario Vicardo Raza kepada Tribun Pontianak, Kamis (26/1/2017) siang.

"Kalau sekarang di KTI Kalimantan Barat sudah ada 20 petinju profesional yang bergabung. Selanjutnya akan kita lakukan pembinaan-pembinaan sehingga mencapai karir yang bagus. Dari pembinaan tersebut kita harapkan akan muncul petinju andalan yang baru," jelasnya.

Petinju andalan hasil binaan tersebut yang nantinya diharapkan dapat menjadi penerus seniornya dalam meraih prestasi. Sebab KTI Kalbar akan berupaya menjadikan Kalimantan Barat sebagai daerah penghasil petinju juara dunia.

"Imets kita saat ini bisa dikatakan sebagai kiblat tinju di Indonesia. Makanya kita akan bina petinju-petinju baru yang nantinya kita harapkan dapat menjadi juara dunia, tapi tentu di kelas yang berbeda dengan Daud dan Iwan," jelasnya. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved