Penolakan Wasekjen MUI

Ketua NU Kalbar: Kita Menolak Kekerasan Apapun Bentuknya

Dan kita juga menolak intoleransi, apa yang terjadi di Sintang, sudah kita luruskan, orang Islam wajib memaafkan

Ketua NU Kalbar: Kita Menolak Kekerasan Apapun Bentuknya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RAYMOND KARSUWADI
Sekretaris Daerah yang juga ketua NU Provinsi Kalimantan Barat M Zeet Hamdy Assovie 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Muhammad Fauzi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA  - Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat M. Zeet Hamdy Assovie menanggapi dingin terkait insiden Wasekjen MUI pusat dengan sekelompok masyarakat di bandara Susilo Sintang, Kamis (12/1/2017). Menurut Sekda Kalbar ini, orang Islam wajib memaafkan atas kesalahpahaman yang terjadi.

"Sejak negeri ini dilahirkan kita telah menolak kekerasan apapun bentuknya. Dan kita juga menolak intoleransi, apa yang terjadi di Sintang, sudah kita luruskan, orang Islam wajib memaafkan," terang M Zeet, Jum'at (13/1/2017).

Hal ini pun selaras dengan pemikiran mendasar dari NU yang menjunjung tinggi keberagaman dan menolak terhadap diskriminasi terhadap intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

"Ditengah ke Indonesiaan kita saat ini yang lagi terganggu, NU akan meneguhkan lagi NKRI ditengah - tengah konferwil Ini," tambahnya.

Baca: Aliansi Umat Islam Desak Polda Usut Pencekalan Tengku Zulkarnaen

Kedatangan M Zeet ke Kayong Utara untuk menghadiri Konferwil yang ke- 7 Nadhlatul Ulama Kalbar sebagai agenda yang digelar rutin 5 tahun sekali.

"Ini adalah konferwil yang ke- 7 yang telah diamahkan oleh AD/ART dimana setiap 5 tahunan kita harus melaksanakan Konferwil Wilayah,”tuturnya.

Dalam konferwil ini dirinya juga berharap agar NU hadir sebagai mediator terhadap kondisi sosial masyarakat Indonesia yang saat ini sedang terganggu.

"Nanti dibahas dalam bhatsul Masail, bagaiman NU bisa jadi penengah, menjadi polisi bangsa, menjadi tegaknya arus bangsa ini dan harus bersama - sama negara untuk menjamim NKRI sebagai harga mati kita"tegasnya. 

Penulis: Muhammad Fauzi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved