Kembangkan Tanaman Hidroponik
Alhamudlillah sekarang sudah mulai jalan. Hasilnya sendiri mulai tampak. Lumayan saya sudah tak pernah lagi beli sayuran.
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Sedikit sekali makanan tak terkontaminasi oleh zat-zat kimia, meski itu dari tanaman sayuran untuk sehari-hari. Bagi Mayor drg M Syafri, Sp Kg, untuk mendapatkan sayuran alami, ia upayakan dengan mengembangkan tanaman hidroponik dengan memanfaatkan pekarangan rumah dan kantornya.
Berangkat dari kegemarannya bertanam dan cinta pada lingkungan asri, ia terus menggali potensi dirinya, dengan belajar dan mengadopsi setiap ilmu tanaman hidroponik dari berbagai sumber ke pekarangannya.
"Alhamudlillah sekarang sudah mulai jalan. Hasilnya sendiri mulai tampak. Lumayan saya sudah tak pernah lagi beli sayuran. Bahkan saya bagi-bagikan ke tetangga sekitar," ujarnya.
Akibat kepiawayannya saat ini, setiap pekarangan dirumah dan tempat kerja Kepala PPK 1 Klinik Ambara Asasta pasti difungsikan untuk menanam hidroponik.
Seperti di pekerangan belakang Klinik Ambara Asasta, awalnya hanya tempat sampah kini sudah menjadi taman hidroponik penuh sayuran dan buah-buah sayur.
"Sekarang ini habis belum panen. Kemarin tiap minggu panen. Dari sawi kacang panjang dan brokoli serta cabe semuanya lengkap disini," sembari menunjukkan pekerangan kantornya yang sesak dengan tanaman hijau.
Peralatan hindroponik yang diaplikasikannya cukup sederhana dan tidak memerlukan waktu ekstra untuk merawat. Hanya disela-sela waktu istirahatnya saja dilakukan pemanatauan hama.
"Tidak merepotkan, tinggal kita jaga airnya dengan alat pompa biasa untuk aquarium. Dan kita jaga hamanya dengan menyemprotkan cairan sunlight. Seminggu sekali biasanya kita kasi nutrisi dengan pupuk organik jadi semuanya alami," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/m-syafri_20170113_192615.jpg)