IHSG Ditutup Melemah Dilevel 5292
Sektor aneka industri kembali menjadi penekan IHSG dengan melemah 1,09% persen sedangkan penguatan sektor property sebesar 0,67 persen tidak mampu....
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup kembali melemah tipis -8,49 poin sebesar -0,16 persen dilevel 5292 dengan volume yang relatif moderate.
Meskipun selama perdagangan Branch Manager PT Reliance Sekuritas, Riza Juliandri mengatakan IHSG cenderung menguat dizona positif pasca IDR menguat 0,29 persen dari USD sejak awal sesi perdagangan.
Sektor aneka industri kembali menjadi penekan IHSG dengan melemah 1,09% persen sedangkan penguatan sektor property sebesar 0,67 persen tidak mampu menahan aksi jual investor diakhir sesi perdagangan.
Sehingga investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 155,72 miliar pada perdagangan hari ini.
Mayoritas bursa di Asia tertekan kekecewaan setelah konferensi pers Donald Trump yang hanya memberi sedikit rincian kebijakan membuat investor lebih bersantai pada perdagangan hari ini.
USD merosot terhadap sebagian besar mata uang utama dan Treasury 10 tahunan menyentuh level terendah sejak bulan November. Yen menguat 1,1 persen mengirim ekutias di Jepang kezona negatif pada perdagangan hari ini.
Sementara harga minyak yang berfluktuatif pasca rilis data persediaan minyak di AS juga menjadi salah satu trigger pelemahan bursa di Asia.
Bursa Eropa dibuka lebih rendah kekecewaan investor terhadap sedikitnya rincian informasi kebijakan yang didapat pada konferensi pers Trump pertama menjadi katalis negatif.
Tingkat optimisme investor drop diawal sesi perdagangan bursa Eropa.
Data positif muncul dari pertumbuhan GDP di Jerman yang naik diatas ekspektasi di level 1,9 persen dari 1,7 peraen menjadi penahan pelemahan yang akan disusul data industrial productions dengan ekspektasi yang juga positif.
Sentimen diakhir pekan akan banyak datang dari Tiongkok dimana data yang akan rilis diantaranya Neraca perdagangan, Komposisi eksport dan import, FDI dan tingkat pinjaman baru.
Trend pergerakan yang negatif dari IHSG trus terbentuk secara teknikal.
Pada perdagangan terakhir IHSG mengkonfirmasi break out MA7 dan Indikator stochastic yang terus melebar bearish menuju area jenuh jual. Sehingga diperkirakan IHSG masih akan tertekan diakhir pekan ini dengan range pergerakan 5244-5350.
"Terdapat support Pergerakan rata-rata harian 25 dan 50 yang akan di Uji IHSG selanjutnya. Saham-saham yang masih mendapat perahatian lebih diantaranya ACES, ITMG, INAF, ISAT, AALI, LSIP, CPIN,"ujar Riza.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/riza-juliandri_20160920_200357.jpg)