Bonelka Perluas Pemasaran Via Online

Ke depan Trisna bermimpi ingin memiliki galeri atau toko strategis untuk menjual aneka kerajinan flanel.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Jamadin
ISTIMEWA
Satu dari beberapa produk Banelka Trisna 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Memiliki produk handmade dan tak kalah dengan produk serupa dari luar Kalbar sayang jika tak memanfaatkan mall berjalan.

Ada banyak toko online di Indonesia yang siap menampung berbagai produk layak jual dengan jangkauan pembeli seluruh Indonesia. Owner Bonelka (Boneka Karakter), Trisna ternyata sudah memanfaatkan berbagai fasilitas mall online.

Untuk caranya diakui Trisna tidak terlalu rumit. Keuntungan untuk dengan memajang produk yang diproduksi di mall online selain memperluas pemasaran, juga menunjukkan eksistensi.

"Makanya sebagai upaya memperluas pasaran saya menjual produk di aplikasi berniaga di internet seperti di buka lapak, tokopedia, dan shoppe. Pastinya juga via instagram @trisna_galeri,"ujar Trisna pada Rabu, (11/1/2017).

Ke depan Trisna bermimpi ingin memiliki galeri atau toko strategis untuk menjual aneka kerajinan flanel. Sehingga yang datang ke toko kata Trisna bisa membeli plus belajar aneka handmade flanel. Sejauh ini, usaha yang ia geluti memang belum membutuhkan modal dari pihak seperti perbankan, namun jika sudah berkembang takmenutup kemungkinan.

Untuk memproduksi sejauh ini Trisna juga masih mengerjakannya sendiri. Saar deadline ia biasanya dibantu oleh suami dan saudara, untuk stok mendekati event wisuda. Lama produksi satu boneka diakui oleh Trisna bisa mencapai 5 jam sudah termasuk packing box mika. Waktu produksi relatif lama lantaran semua produksi handmade dari boneka hingga packingnya.

Selain itu waktu yang diperlukan tergantung tingkat kesulitan desain kostum atau karakter yang di request customer. "Harapannya kedepan usaha ini bisa terus dikembangkan dengan ide-ide yang lebih kreatif. Saya juga ingin membuat buku cara pembuatan boneka siapa tau ada yang berminat belajar,"ujar Trisna.

Tantanganya ia akui terletak pada kesulitan desain, apalagi pembuatan harus rapi dan sesuai dengan apa yang di harapkan customer. Alumni Inkubator Bisnis Bank Indonesia ini mengaku beberapa kali mengikuti pameran baik di PCC maupun di Radangk. Keuntungannya dari pembuatan boneka flanel ini cukup menggiurkan. "Marginnya hingga 50 persen dan dalam satu moment biasa terjual 20 box untuk boneka ukuran 50cm dan 40cm,"ujar Trisna.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved