HP Raib di Rumah Sakit
BREAKING NEWS: Direktur RSUD Rubini Minta Maaf
Pertama saya sudah beritahu pasien dan keluarga pasien, kalau membesuk cukup satu orang,
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Direktur RSUD dr Rubini Mempawah dr Sahaerul Fariddin mengatakan perlu peran semua pihak dalam kewaspadaan terhadap hal tidak diinginkan di rumah sakit baik dari keluarga pasien sendiri juga pihak keamanan rumah sakit dalam hal ini satpam yang bertugas. Ungkapan itu disampaikan menanggapi kasus hilangnya handphone dan sejumlah barang berharga pasien.
"Pertama saya sudah beritahu pasien dan keluarga pasien, kalau membesuk cukup satu orang, karena biasanya mereka ramai-ramai dibelakang,"ujarnya kepada Tribun, Selasa (10/1).
Dengan ramainya pembesuk akan memudahkan peluang maling untuk mengelabui pihak keamanan.
Bahkan ia mengatakan pernah menanggapi hal ini dengan mengingatkan satpam untuk kalau sudah malam cukup memberi tahu keluarga pasien yang bisa menginap. Karena sebelum ini juga pernah kejadian serupa keluarga pasien atau pengunjung kehilangan hp bahkan kendaraan bermotor.
Baca: BREAKING NEWS: Maling Gondol HP Pasien RSUD Rubini Mempawah
Kemudian kondisi lainnya, dijelaskan pihaknya memohon maaf lantaran pihak rumah sakit tengah membenahi rumah sakit tepatnya bagian belakang.
"Mohon maaf saat ini kami sedang membangun, sehingga pintu belakang itu terbuka, karena pembangunan,"ujarnya.
Maka dengan kondisi ini dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab. Sehingga ia berharap kalau untuk keamanan ini kedua pihak sama-sama menjaganya. Terutama bagi keluarga pasien lebih berhati-hati menyimpan barang-barang berharga milik mereka. "Karena pihak kami tidak mungkin bisa standby 24 jam," ujarnya.
Ia mengatakan untuk satpam rumah sakit sendiri ada dua tiap shift dalam menjaga bagian depan dan belakang.
"Cuma kalau ada kejadian saat ada korban kecelakaan atau bagaimana semuanya juga kedepan semuanya membantu,"ujarnya.
Terkait jam besuk ia mengaku rumah sakit memang tidak menerapkan aturan besuk lantaran mempertimbangkan keluarga pasien selama ini banyak yang tinggal jauh.
"Kita semuanya sama, tidak ada aturannya, hanya namanya orang," imbahnya.
Tak hanya itu, ketika ada aturan dilarang merokok diarea sekitar rumah sakit saja kerap dilanggar.
"Ada saja yang merokok dibelakang itu kalau sudah malam," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/rsud-rubini-mempawah_20170110_164442.jpg)