Agar Tetap Awet, Ini Tips Mencuci Batik

Kain batik, terutama batik tradisional, tidak bisa dicuci seperti pakaian kebanyakan

Penulis: Ishak | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISHAK
Ramuan khusus untuk mencuci kain batik, lerak, terpajang rapi di outlet Batik Semar Ayani Megamal Pontianak, Selasa (10/01/2017). Ada tiga ukuran Lerak yang bisa dipilih konsumen di tempat ini. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kain batik, beberapa di antaranya diolah dengan cara khusus. Mulai dari penenunannya, sampai pembuatan pola yang juga unik dan khas.

Terutama untuk batik yang dibuat dengan mesin tenun bukan mesin (MTBM), dan motif batik yang dibuat dengan metode tulis (populer dengan sebutan batik tulis). Karena itu, cara perawatannya juga harus istimewa.

"Kain batik, terutama batik tradisional, tidak bisa dicuci seperti pakaian kebanyakan. Harus dicuci dengan metode khusus dan gunakan bahan ramuan khusus juga," ujar satu dari karyawan Batik Semar, Isyuliati, Selasa (10/1/2017).

Isyuliati menjelaskan, jika dicuci dengan cara biasa kebanyakan (menggunakan deterjen dan mesin cuci), dapat mengakibatkan kerusakan pada bahan batik.

"Karena itu, batik harus dicuci dengan bahan khusus yang biasa dikenal dengan nama Lerak," jelasnya.

Katanya, dengan menggunakan lerak pada proses pencucian batik, dapat berfungsi untuk menjaga warna batik tahan lebih lama. Pun begitu dengan bahannya yang juga dapat tahan lebih lama.

"Terutama untuk kain batik berbahan sutra dan katun. Kain sutra, tidak boleh dicuci sembarangan. Harus dicuci gunakan cara dan bahan khusus," sambungnya.

Ia menjelaskan, kain batik, cukup direndam dalam larutan Lerak sekitar lebih kurang 10 menit. Setelah itu, lalu dikucek perlahan sampai kotorannya menghilang.

"Jemurnya juga  jangan sampai terpapar langsung matahari. Upayakan untuk dikeringkan di tempat yang teduh dan tak langsung terpapar matahari," timpalnya.

Baca: Aksesori Semua Ciri Khas Batik Tersedia di Outlet Batik Semar

Selain itu, katanya, sebisa mungkin untuk tidak mencuci kain batik menggunakan mesin cuci. Sebab, pencucian menggunkan mesin cuci, dapat merusak bahan.

Dirinya juga menyarankan agar sebaiknya tidak menggunakan pewangi saat mencuci baju batik. Hal ini, diperlukan agar keawetan motif dan bahan benar-benar dapat terjaga dalam masa yang relatif lebih panjang.

Pihaknyapun menawarkan Lerak dalam berbagai ukuran. Tersedia dalam ukuran 125 cc, yang dijual seharga Rp 20 ribu.

Konsumen juga bisa memilih ukuran lebih besar, sekitar 300 cc, seharga Rp 40 ribu. Selain itu, juga tersedia ukuran 500 cc, yang ditawarkan seharga Rp 67.500,-.

"Pemakaiannya tergantung banyaknya baju yang dicuci. Tiga liter air, cukup ditambahkan lerak secukupnya," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved