BI Tegaskan Lambang Palu Arit Pada Rupiah Hoax
Ia mengatakan selain digunakan pada uang kertas rupiah, unsur pengaman rectoverso juga digunakan oleh banyak negara
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Perwakilan KPw BI Kalbar, Hendra Irawan dalam Sosialisasi Uang Rupiah Tahun Emisi 2016 mengatakan isu lambang palu arit pada gambar uang rupiah yang beradar adalah tidak benar atau hoax.
Pada setiap uang kertas rupiah yang masih berlaku mulai pecahan Rp 1.000 hingga Rp 100.000,- terdapat unsur pengaman yang disebut sebagai rectoverso atau gambar saling isi.
Baca: BI Gelar Sosialisasi Uang Rupiah Emisi 2016
Rectoverso pada uang kertas Rupiah dapat dilihat pada bagian depan uang di sudut kiri atas dibawah angka nominal dan pada bagian belakang uang di sudut kanan atas di bawah nomor seri. Rectoverso kata Hendra adalah suatu teknik cetak khusus pada uang kertas dimana pada posisi yang sama dan saling membelakangi di bagian depan dan bagian belakang uang kertas terdapat suatu ornamen khusus seperti gambar tidak beraturan.
"Jadi yang beredar tidak benar. Apabila rectoverso pada uang kertas diterawang ke arah cahaya maka akan terbentuk suatu gambar yang beraturan ada setiap pecahan uang kertas Rupiah, Rectoversonya membentuk ornamen lambang "BI". Sejauh ini Rectoverso adalah unsur pengaman yang sulit dipalsukan,"ujar Hendra pada Sosialisasi Uang Rupiah Tahun Emisi 2016, Kamis (5/12/2016).
Ia mengatakan selain digunakan pada uang kertas rupiah, unsur pengaman rectoverso juga digunakan oleh banyak negara, seperti uang kertas Malaysia Ringgit yang membentuk ornamen bunga, uang kertas Euro yang membentuk ornamen nilai nominal, uang kertas Won Korea dan uang kertas Poundsterling.
"Uang rupiah dengan gambar rectoverso serupa dengan UK pecahan Rp 100 ribu TE.2014 sebenarnya terdapat juga dalam UK pecahan Rp 5 ribu TE.2001 dan pecahan Rp 2 ribu TE.2009. Desain unsur pengaman Rectoverso tersebut telah diketahui oleh seluruh unsur Botasupal terdiri dari BIN, Polri, Kejaksaan RI, BI dan Kemenkeu,"ujar Hendra.
Sebagaimana diketahui kata Hendra, Botasupal sudah berdiri sejak tahun 1971 dan sejak didirikan, BI telah menjadi salah satu unusur Botasupal.
"Artinyakalau memang pada Rectoverso tersebut adalah gambar Palu Arit tentunya sudah sejak dulu BI sudah ditegur oleh BIN, Polri dan Kejaksaan RI. Nah, pemilihan desain rectoverso yang ada pada uang rupiah sudah melalui kajian teknis dan disimpulkan bahwa desain seperti inilah yang paling sulit dipalsukan,"ujar Hendra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/lambang-pengaman-rupiah_20170105_113833.jpg)