Supaya Bisa Pulang ke Tanah Air, Jemaah Harus Setor Rp 10,5 Juta
Info terakhir yang baru didapatkan, jemaah diharuskan membayarkan kembali uang Rp 10,5 juta untuk bisa kembali ke tanah air
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 18 orang jemaah umrah asal Ketapang dan 20 orang jemaah umrah asal Sambas yang diduga menggunakan jasa PT Aulia Wisata Tour and Travel kini masih tertahan di Jeddah dan belum mendapat kepastian kembali ke tanah air.
Shandy yang merupakan keponakan dari satu di antara jemaah asal Sambas Hanimah, membenarkan hal tersebut.
"Bibi saya saat ini masih tertahan di Jeddah, belum ada kepastian dari pihak travel kapan pulang ke tanah air. Tadi sih anaknya sudah menelpon untuk menanyakan kabar terkini ibunya," jelasnya, Minggu (1/1/2017) malam.
Diakuinya bahwa sebelum keberangkatan memang sudah ada beberapa kali perubahan dari jasa travel umrah tersebut, baik dari segi waktu keberangkatan maupun jumlah uang yang disetorkan.
"Memang beberapa hari sempat diundur keberangkatannya. Dari uang yang disetorkan juga terjadi penambahan, yang semulanya hanya harus setor Rp 22,5 juta lalu harus nambah lagi Rp 3,5 juta sehingga total yang disetorkan menjadi Rp 26 juta," jelasnya.
Informasi yang ia dapatkan bahwa pada keberangkatan jamaah tanggal 27, seharusnya sudah kembali pada tanggal 29 Desember. Namun sampai saat ini jemaah belum juga mendapatkan kepastian kapan kembali ke tanah air.
"Jemaah kan berangkatnya tanggal 16 dan rencananya pulang 29 Desember, tapi sampai sekarang belum balik. Berangkat juga katanya lewat Kuala Lumpur dan bersamaan dengan jemaah dari sana," ujarnya.
Baca: Joko: Aulia Wisata Tour Belum Melapor ke Kemenag Kalbar
Kemudian ia juga menyampaikan bahwa mendapatkan informasi dari Nancy yang merupakan anak dari Ibu Hanimah, bahwa ada beberapa alasan yang menjadi alasan jamaah belum bisa kembali ke tanah air.
"Anaknya sudah nelpon tadi, kata ibunya travel mengatakan belum bisa melakukan keberangkatan karena pesawatnya rusak. Info terakhir yang baru didapatkan, jamaah diharuskan membayarkan kembali uang Rp 10,5 juta untuk bisa kembali ke tanah air menggunakan pesawat Garuda," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/tampak-sepi_20170102_094359.jpg)