PTPN XIII Akui Merugi Tiga Tahun Terakhir
PTP Nusantara (PTPN) XIII mencatat dalam tiga tahun terakhir mengalami kerugian yang terbilang besar.
Penulis: Nina Soraya | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – PTP Nusantara (PTPN) XIII mencatat dalam tiga tahun terakhir mengalami kerugian yang terbilang besar.
Tahun 2015 saja, perusahaan perkebunan yang mencakup wilayah kerja Kalimanta Barat, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah ini mengalami hingga Rp 300 miliar.
Direktur Utama PTPN XIII Mohammad Abdul Ghoni mengungkapkan kerugian yang diderita oleh PTPN tak lepas dari focus rencana pengembangan areal perkebunan yang terus dilakukan PTPN dalam beberapa tahun terakhir, namun tak sejalan dengan harga komoditas sawit yang kian terpuruk di pasaran.
“Pengembangan usaha lima tahun terakhir ini kurang memperhitungkan kapasitas pendanaan serta ketidaktepatan memprediksi harga komoditas yang menurun. Maka, saat ini PTPN XIII mengalami kesulitan likuiditas dan operasional sehingga dirasa perlu melakukan efisiensi pengetatan secara radikal untuk mempertahankan jalannya perusahaan agar makin tidak tenggelam,” jelas Abdul Ghoni saat memberikan ketarangan pers terkait kinerja PTPN XIII, di Pontianak, Jumat (30/12/2016).
Dipaparkannya sampai 2016, jumlah areal yang dibangun PTPN XIII untuk perkebunan kelapa sawit meliputi 57.360 hektare kebun inti dan 58.757 hektare kebun plasma.
Sementara untuk komiditi karet meliputi 12.209 hektare kebun inti dan 29.595 hektare kebun plasma.
“Kita juga perlu melihat bahwa kondisi tanaman kita yang 40 persen sudah tua atau sudah berumur di atas 25 tahun. Jadi yang perlu dilakukan adalah replanting atau peremajaan. Tanaman yang tidak produktif ini harus segera diganti,” katanya.
Hal ini turut berdampak pada produksi yang dihasilkan ikut merosot tajam. Sehingga, lanjut Abdul Ghoni, ini sejalan dengan pendapatan perusahaan yang ikut turun. Padahal, perusahaan ini pun mesti menanggung utang bank serta rekanan bisnis yang juga tinggi.
Di tengah keterpurukan ini, PTPN XIII harus tetap menghidupi 400 ribu orang yang bergantung pada perusahaan tersebut.
Tercatat saat ini, jumlah karyawan PTPN XIII mencapai 9.412 orang.
Diakuinya, jumlah karyawan yang sudah masuk kategori berlebihan (over) membuat PTPN XIII tidak akan merekrut lagi karyawan hingga beberapa tahun ke depan.
“Kita tidak melakukan PHK, hanya perlu melakukan penataan ulang,perapian dari karyawan yang kita miliki sekarang,” paparnya.
Sementara kontribusi terhadap masyarakat melalui transaksi penjualan TBS dari areal plasama dan perkebunan pihak ketiga tiap tahunnya mencapai Rp 1 triliun. Sedangkan biaya tenaga kerja mencapai Rp 700 miliar per tahun.
“Meski rugi kita tetap harus membayar pajak. PTPN XIII menyetorkan pajak kepada Negara Rp 3000 miliar per tahunnya,” ujarnya.
Tak hanya itu, terkait program Corporate Social Responsibility (CSR) diklaim tetap dilaksanakan. Sampai akhir tahun 2016, dana CSR yang dikeluarkan mencapai Rp 160,3 miliar. Masing-masing Rp 131,8 miliar untuk program kemitraan, Rp 28,42 miliar untuk bina lingkungan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/direktur-utama-ptpn-xiii-mohammad-abdul-ghoni_20161230_143616.jpg)