Polisi Berhasil Tangkap Buronan, Pencuri Kantor Desa Permata

Sekian lama menjadi buronan polisi atas dugaan kasus pencurian dan pemberatan, Imam Safari (21) akhirnya tertangkap di Parit Bemban Dusun Bakti Suci..

Polisi Berhasil Tangkap Buronan, Pencuri Kantor Desa Permata
TRIBUNPONTIANAK/MADROSID
Tersangka Imam Safari saat didampingi petugas Polsek Terentang saat diamankan, setelah sekian lama menjadi buron, di Polsek Terentang, Senin (26/12). Imam diduga melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan berdasarkan laporan masyarakat.

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Madrosid

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Sekian lama menjadi buronan polisi atas dugaan kasus pencurian dan pemberatan, Imam Safari (21) akhirnya tertangkap di Parit Bemban Dusun Bakti Suci Desa Tembang Kacang Kecamatan Sungai Raya, Senin (26/12) sekitar pukul 14.30 Wib.

Kapolsek Terentang Iptu Bukhari mengatakan penangkapan tersangka berawal dari adanya laporan tindakan kriminal dari seoang aparatur Sarwono staf Desa Prmata di Kecamatan Terentang, Nomor : LP / 297 / XII / Res Mempawah / Sek Terentang tanggal 24 Desember 2016 tentang pencurian dengan pemberatan.

"Berdasarkan laporan dari masyarakat kami melakukan pengembangan dan mendetekai keberadaan tersangka. Hingga beberapa hari pengejaran, kami mendeteksi keberadaan tersangka berada di Tembang Kacang. Petugas langsung melakukan penangkapan," katanya.

Tida ada perlawanan berarti dari tersangka Imam Safari saat diamankan petugas bersama barang buktinya. T

ersangka sengaja menghindar dari pengejaran petugas.

Padahal tersangka merupakan orang dari Dusun Kuala Jaya RT 001 RW 001 Desa Permata Kecamatan Terentang KKR.

"Pada tanggal 12 Desember sekitar jam 01.00 wib telah melakukan tindak pencurian dengan pemberatan di kantor Desa Permata di dusun Kuala Jaya," terang Kapolsek.

Adapun barang yang dijadikan barang bukti dalam tindak pencurian, 1 set sound sistem merk BMB,1 set amplifier, 2 book speaker, 1 unit infokus,1 set mikrofon.

"Dari tindakan tersangka kerugian ditaksir mencapai Rp12 juta. Barang-barang tersebut merupakan milik inventaris Desa Permata selaku korban," ungkapnya.

Berdasarkan olah TKP menemukan sejumlah bukti menguatkan tersangka melancarkan aksinya dengan cara mencongkel jendela menggunakan obeng.

Penulis: Madrosid
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved