104.378 Orang di Kota Bima Mengungsi Akibat Banjir Susulan

akibat banjir di Kota Bima, 104.378 jiwa dari lima kecamatan mengungsi ke tempat aman.

dokumentasi Humas SAR Mataram
Air kembali naik akibat hujan lebat di Kota Bima, NTB, Jumat (23/12/2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Ribuan warga di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, kembali menggungsi ke tempat aman akibat datangnya banjir susulan hingga ketinggian 3 meter.

Banjir yang terjadi pada Rabu (21/12/2016) kembali melanda Kota Bima pada Jumat (24/12/2016) siang. Akibat dari banjir susulan tersebut, akses komunikasi dan suplai listrik mati di Kota Bima. Akses transportasi terputus dan aktivitas ekonomi lumpuh.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nusa Tenggara Barat, Muhammad Rum, menjelaskan, akibat banjir di Kota Bima, 104.378 jiwa dari lima kecamatan mengungsi ke tempat aman.

Rum menyebutkan, saat ini sebagian area yang tergenang banjir telah surut, menyisakan genangan dan lumpur. Sebagian pengungsi, kata dia, telah pulang kembali ke rumahnya.

Baca: 1000 Ton Rambut Wanita India Diekspor ke AS, Ini yang Terjadi

"Aktivitas pasar belum ada yang buka karena juga ikut terendam banjir. Listrik masih padam dan jaringan komunikasi juga belum pulih. Kondisi ini juga menyebabkan kendala dalam penanganan. Pendataan terus dilakukan," kata Rum melalui keterangan tertulis, Jumat (24/12/2016).

Menurut Rum, hingga kini, tidak ada laporan korban jiwa dan hilang akibat banjir.

Namun, beberapa bangunan mengalami kerusakan. Fasilitas kesehatan yang rusak meliputi 4 puskesmas, 29 puskesmas pembantu, 29 polindes dan 1 kantor labkesda.

"Obat-obatan dan sarana medis juga ikut terendam banjir sehingga diperlukan bantuan obat-obatan dan tenaga medis," ucap Rum.

Editor: Rizky Zulham
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved