Dewan Prihatin Kasus Begal di Kota Pontianak

Bukan hanya kuantitas, tapi juga kualitas. Dulu hanya kejahatan seperti biasa.

Dewan Prihatin Kasus Begal di Kota Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Kota Pontianak, Herman Hofi Munawar menuturkan terjadinya kasus kriminalitas akhir-akhir ini adalah sesuatu yang memprihatinkan.

"Bukan hanya kuantitas, tapi juga kualitas. Dulu hanya kejahatan seperti biasa, tapi kini lebih berani dengan adanya pembegalan yang tidak segan-segan melukai korbannya," katanya saat diwawancarai, Kamis (15/12/2016).

Menurutnya kejadian begal di Kita Pontianak ini merupakan sesuatu yang luar biasa, sebab Pontianak merupakan kota kecil. Lain hal jika itu terjadi dikota-kota yang ada di Pulau Jawa yang luas.

“Kita berharap pihak kepolisian memiliki strategi untuk bisa meredam lajunya kriminalitas ini. Tidak bisa kriminalitas terus melaju dengan kuantitas dan kualitasnya, sementara strategi yang dipakai polisi tetap sama," ujarnya.

Baca: Begal Coreng Citra Pontianak, Warga Ngeri Pulang Malam

Ia meminta pihak aparat kepolisia  harus meningkatkan kinerja, apalagi begal dengan tindak kekerasan yang luar biasa.

Disebutkannya juga bahwa masyarakat pun harus ikut serta berperan dalam menciptakan kondisi yang aman. Kepolisian harus menggandeng masyarakat dalam memerangi kriminalitas.

"Masyarakat harus bisa jadi polisi bagi dirinya sendiri. Namun, bukan berarti dengan begitu, polisi bisa diam dengan dalih masyarakat terlibat," tegasnya.

Ia juga menyampailan kalau misalnya ada kasus kriminal yang diketahui polisi, maka polisi harus bertindak.

"Jangan tunggu laporan dulu baru bertindak. Karena ini bukan delik aduan. Kecuali kalau polisi tidak tahu, maka perlu menunggu informasi dari korban,” pintanya.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved