Pemkab Mempawah Harap IDI Solid dan Berkarya
Maka perlu dilakukan upaya peningkatan daya saing dari fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan dalam negeri.
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Asisten Tata Praja Setda Kabupaten Mempawah Iis Iskandar mengapresiasi kepada IDI Cabang Kabupaten Mempawah dengan mengangkat tema pelantikan pengurus IDI 'rekonstruksi peran dokter dalam mewujudkan kesehatan masyarakat di Kabupaten Mempawah' diharapkannya IDI Kabupaten Mempawah semakin solid.
"Kemudian harapannya dapat mengembangkan karya-karya terbaiknya untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan mandiri sesuai dengan penjabaran visi Kabupaten Mempawah," ujarnya, Rabu (14/12/2016).
Lantas dikatakannya sejak tanggal 1 Januari 2016 telah diberlakukan masyarakat ekonomi asean (MEA), pemberlakukan MEA mencakup total populasi lebih dari 560 juta jiwa akan memberikan peluang berupa akses pasar dan tantangan tersendiri bagi Indonesia.
"Implementasi MEA mencakup liberalisasi perdagangan barang dan jasa serta investasi sektor kesehatan," ujarnya.
Baca: Pengurus IDI Cabang Mempawah Resmi di Lantik
Maka perlu dilakukan upaya peningkatan daya saing dari fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan dalam negeri.
Sehingga pembenahan fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan yang ada, baik dari segi sumber daya manusia, peralatan, sarana dan prasarana.
Maupun dari segi manajemennya perlu digalakkan untuk dapat berfungsi secara optimal.
Sementara disisi lain jumlah dokter di Indonesia masih jauh dari kata cukup.
Pada data tahun 2014 menunjukkan rasio jumlah dokter terhadap penduduk Indonesia pada saat itu adalah 3,61 orang dokter per 10.000 penduduk Indonesia.
"Sementara rekomendasi world health organization (WHO) rasio jumlah dokter terhadap penduduk adalah 10 orang dokter per 10.000 penduduk," ujarnya.
Maka hal ini menunjukkan menunjukkan masih beratnya tantangan yang akan dipikul para dokter di Indonesia untuk meningkatkan derajat dan kemandirian kesehatan masyarakat.
Lantas untuk menghadapi masyarakat ekonomi asean dan untuk melaksanakan program Indonesia sehat, perlu diupayakan tenaga dokter.
Dalam hal ini merupakan salah satu sumber daya manusia yang berperan sangat penting dalam menggalakkan paradigma sehat, memperkuat pelayanan kesehatan dan mendukung jaminan kesehatan nasional untuk dapat selalu meningkatkan kualitas baik dari sisi ilmu, keterampilan dan komitmen sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna.
"Pada masa sekarang in dokter dituntut untuk tidaka hanya dapat memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang sakit, tetapi lebih dari itu, khusus menggalakkan masyarakat yang berkemandirian hidup sehat dan bersih,"ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pelantikan-kepengurusan-idi-cabang-kabupaten-mempawah_20161214_144124.jpg)