IHSG Ditutup Dilevel 5293

Regulator Cina mendorong suku bunga pasar uang yang lebih tinggi dan membatasi pembelian leveraged dari kedua saham dan obligasi.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Branch Manager PT Reliance Securities, Riza Juliandri. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bursa Asia bergerak bervariatif dengan penguatan dipimpin oleh index saham di Jepang akibat pelemahan Yen sebelum pertemuan FOMC minggu ini.

Sementara mayoritas saham di China berbalik melemah ditengah data ekonomi yang cukup baik diantaranya data penjualan ritel yang tumbuh diatas ekspektasi dan produk-produk industri yang juga tumbuh namun Pelemahan Yuan membawa ekuitas tertekan aksi jual.

Branch Manager PT Reliance Securities, Riza Juliandri mengatakan regulator Cina mendorong suku bunga pasar uang yang lebih tinggi dan membatasi pembelian leveraged dari kedua saham dan obligasi.

IHSG pun cenderung diwarnai aksi jual sejak awal sesi perdagangan setelah dibuka pasca libur nasional pada hari Senin dengan ditutup turun -14,51 poin sebesar -0,27% dilevel 5293 dengan volume yang cukup besar.

Indeks sektor infrastruktur berhasil bertahan pada zona positif setelah saham PGAS dan JSMR ditutup naik mendekati 3% pada perdagangan hari ini.

Sedangkan capital out flow masih terlihat cukup besar pada perdagangan hari ini sebesar Rp 235,81 miliar.

Bursa Eropa dibuka menguat terbatas, Investor terfokus pada the Fed dan PBOC dengan tanda-tanda tekanan inflasi.

Dimana market melihat 100% kemungkinan kenaikan suku bunga di AS.

Sentimen selanjutnya masih dibayang2in oleh keputusan suku bunga di AS setelah berapa indikator ekonomi rilis.

Pergerakan IHSG secara teknikal mulai kembali terkonsolidasi setelah mencapai level rata-rata 50 hari dengan tertahan pada support MA7.

Indikator stochastic pun cenderung flat dengan posisi overbought.

"Indikator ADX pun tren mulai mendeteksi reversal atau perbalikan arah trend. Sehingga diperkirakan IHSG akan kembali bergerak cenderung tertekan dengan range pergerakan 5226-5312," ujar Riza pada Selasa (13/12/2016).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved