Mussyafak: Tidak Ada Satu Agamapun Melegitimasi Kekerasan
Tidak ada satu agamapun dimuka bumi ini melegitimasi kekerasan apalagi sampai menimbulkan kerusakan dan pembunuhan,
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Menyikapi ditemukannya Bom di Bekasi oleh Densus 88 Kapolda Kalbar, Irjen Pol Drs. Musyafak menginstruksikan kepada para Kapolres untuk melakukan silaturahmi dengan para tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Pemuda, para Ketua Ormas keagamaan, para Ketua FKUB, Ketua MUI ketua PGI.
Hal ini perlu dilakukan agar mereka bisa bersama-sama mengingatkan umatnya, untuk tidak mudah terprovokasi dan terindoktrinasi dengan ajaran radikal yang tidak sesuai dengan nilai nilai Luhur Pancasila dan Nilai nilai Agama.
“Tidak ada satu agamapun dimuka bumi ini melegitimasi kekerasan apalagi sampai menimbulkan kerusakan dan pembunuhan,” ucap Kapolda, Minggu (11/12/2016).
Baca: Kapolda Kalbar Tuntut Pejabat Baru Lebih Loyal
Kapolda Kalbar mengingatkan kepada para Kapolres untuk memberdayakan para Bhabinkamtibmas yang ada di desa-desa dan jangan biarkan warga di desa penugasannya ada yang ikut Faham Radikal.
Bangun komunikasi dengan seluruh masyarakat melalui kegiatan Door to Door System atau kunjungan dari rumah kerumah. Kemudian ajak Babinsa dan Kepala Desa untuk bersama-sama melakukan kunjungan dari rumah ke rumah warga.
“Kalau di tahun 2016 ini target kunjungan Bhabinkamtibmas setiap harinya tiga rumah, maka mulai tahun 2017 bulan depan, target Kunjungan setiap harinya lima rumah.” Terang Kapolda.
Kemudian lanjut Kapolda, jaringan informasi formal dan informal yang sudah terbangun baik, hendaknya terus dipupuk dan dipelihara agar setiap saat mereka secara kontinu tanpa diminta melaporkan tentang apa yang dilakukan oleh warga lingkungan RT-nya.
Kewajiban bagi para tamu 1x 24 jam lapor kepada ketua RT setempat agar ini tetap dilaksanakan, demikian juga kalau ada orang asing atau orang baru yang tinggal di lingkungannya agar dimonitor aktifitasnya dan diminta untuk melapor kepada ketua RT.
“Nanti ketua RT secara berjenjang akan melapor kepada RW dan kepala Desa. Sinergitas tiga pilar yaitu Bhabinkamtibmas, Babinsa dan Kepala Desa atau Lurah harus tetap terjaga,” pintanya.
Kapolda menilai semua permasalahan yang kecil sampai yang besar, berawal dari desa atau kelurahan, oleh Karenanya para Bhabinkamtibmas ini harus menguasai kondisi daerah baik kondisi Tri Gatra yang meliputi Geografi, Demografi dan Sumber Daya Alam, maupun Panca Gatra yang selalu dinamis, yang meliputi Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya dan Keamanan dan pertahanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kapolda-kalbar-irjen-pol-drs-musyafak-sh-mm_20161121_203934.jpg)