Utang Luar Negeri Gerus Cadangan Devisa Indonesia
artinya posisi cadev lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Oktober 2016 yang sebesar 115,0 miliar dolar AS.
Penulis: Nina Soraya | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia akhir November 2016 tercatat sebesar 111,5 miliar dolar AS.
Ini artinya posisi cadev lebih rendah dibandingkan dengan posisi akhir Oktober 2016 yang sebesar 115,0 miliar dolar AS.
Tim Riset Panin Sekuritas menyebut meskipun mengalami penurunan, posisi cadangan devisa per akhir November 2016 tersebut cukup untuk membiayai 8,5 bulan impor atau 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
“Ini artinya berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” paparnya, Kamis (8/12/2016).
Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut tetap mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Baca: Putussibau Diguyur Hujan dengan Intensitas Ringan
Penurunan cadangan devisa pada November 2016 terutama disebabkan oleh kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya.
“Bank Indonesia memperkirakan bahwa penurunan cadangan devisa bersifat temporer, terutama didukung oleh optimisme terhadap perekonomian domestik yang tetap positif, kinerja ekspor yang membaik, dan perkembangan kondisi pasar keuangan global yang kembali kondusif,” tulisnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/panin-sekuritas-n_20151002_192215.jpg)