Breaking News:

Kodim Hilangkan Ego Sektoral Dalam Pembangunan

Ia menegaskan, tanggung jawab kepada masyarakat oleh aparat pemerintahan dan kemanan dengan tujuan kesejahteraan masyarakat

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Perwira Penghubung Kodim 1204 Sanggau untuk Kabupaten Sekadau Kapten Infanteri Budi Sumarjono, saat menyampaikan pemaparannya pada kegiatan pembinaan peta jarak jaring tetorial, yang digelar di Makoramil Sekadau Hilir Rabu, (7/12/2016).   

Laporan Wartawan Tribun Pontianak,  Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU  - Perwira Penghubung Kodim 1204 Sanggau untuk Kabupaten Sekadau Kapten Infanteri Budi Sumarjono, meminta agar semua unsur pemerintahan menghilangkan ego sektoral untuk menjalin kebersamaan dalam pembangunan.

Hal tersebut diungkapkannya pada kegiatan hal ini di ungkapkan pembinaan peta jarak jaring terotorial di Makoramil XV Sekadau Hilir, Jalan  Merdeka Selatan Rabu (7/12).

"Berkumpulnya para jajaran pemerintahan dan aparat kemanan ini, dalam rangka mengkordinasikan dan menghilangkan ego sektoral dalam menjalankan kewajiban dan tugas-tugas untuk masyarakat dan pembangunan," ujar Budi dalam paparannya. 

Ia menegaskan, tanggung jawab kepada masyarakat oleh aparat pemerintahan dan kemanan dengan tujuan kesejahteraan masyarakat.

Saat ini berbagai tantangan kehidupan dialami bangsa Indonesia, satu diantaranya kata dia, adalah serangan peredaran narkotika dimasyarakat yang berpotensi memutuskan mata rantai generasi bangsa.

Mengenai pangan, swasembada pangan, Budi menjelaskan sebagai tujuan dari program pemerintah pusat. "Jika terjadi situasi yang tidak kondusif dengan negara serta adanya embargo pangan, jika Indonesia masih tergantung pangan pada negara lain maka akan menyebabkan kelaparan secara nasional," paparnya.

Ia kembali menegaskan, sistem pertahanan semesta harus mendapatkan dukungan komponen lain seperti ketersediaan pangan dan masyarakat.

Adanya program cetak sawah, kata dia, juga dalam rangka mengurangi cara pertanian konvensional masyarakat yang menimbulkan dampak asap.

"Petani diharapkan menggunakan produk bibit berkualitas dalam pertanian, sehingga hasil yang dicapai dalam setiap hektar lahan sawah maksimal serta mencapai target capaian yang di inginkan," tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved