IHSG Ditutup di Zona Hijau

Indeks sektor pertambangan berbalik memimpin tekanan aksi jual setelah pada perdagangan kemarin berhasil membuat IHSG terangkat....

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Branch Manager PT Reliance Securities, Riza Juliandri. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung bergerak tertekan meskipun ditutup masih berada di zona hijau dengan +4,66 poin sebesar 0,1% dilevel 5272 dengan volume yang relatif moderate.

Branch Manager PT Reliance Securities, Riza Juliandri mengatakan indeks sektor pertambangan berbalik memimpin tekanan aksi jual setelah pada perdagangan kemarin berhasil membuat IHSG terangkat dengan memimpin penguatan.

Investor asing masih terlihat out flow cukup besar pada perdagangan hari ini dilevel Rp 605,73 miliar dimana indeks keyakinan konsumen yang turun sesuai ekspektasi menjadi salah satu pemicunya.

Terapresiasinya nilai tukar rupiah hingga 0,52% dilevel Rp 13,370 menjadi penahan aksi jual meskipun tidak signifikan.

Bursa Asia mayoritas menguat pada perdagangan hari ini. Pergerakan optimis ini menyusul kekalahan referendum konstitusi Itali sementara harga komoditas logam mentah dan industri terkoreksi.

Terlihat sepertinya investor menghiraukan anti estabilishment dari referendum Itali untuk membangkitkan aksi beli pada ekuitas. Meskipun pada perdagangan hari ini harga minyak tergelincir 1,2% terlihat cooling down menyusul kesepakatan OPEC.

Bursa Eropa dibuka bervariasi meskipun beberapa saham mayoritas terkoreksi setelah mencatatkan penguatan tertajam dalam dua minggu terakhir.

Investor pun menunggu data pertumbuhan GDP di Eropa yang diprediksi tetap di level 1,6% YoY. Sentimen selanjutnya Investor akan memperhatikan index kepercayaan serta leading ekonomi, data pertumbuhan GDP dan neraca perdagangan di Jepang.

Sedangkan dari AS akan rilis laporan stok minyak yang akan memberikan denyutan pada pergerakan harga minyak minggu ini.

"Secara teknikal IHSG membentuk pola negatif setelah terlihat pulled back tepat pada upper bollinger bands dan resistance level.  Indikator stochstic pun berindikasi dead-cross di area jenuh beli dengan momentum RSI yang terlihat cenderung kosolidasi.  Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung tertekan dengan range pergerakan 5195-5322. Saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya CPIN, JPFA, RALS, CTRA, MAIN, PWON,"ujar Riza.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved