Liputan Khusus

Aktivis: Difabel di Kalbar Masih Didiskriminasikan

Mengenai keberadaan aturan khusus untuk difabel, sehingga ada kekuatan jika misalnya mereka diabaikan saat mencari kerja atau dalam pelayanan....

Aktivis: Difabel di Kalbar Masih Didiskriminasikan
TRIBUNFILE/IST
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Br Stephanus Paiman OFM Cap, Aktivis Kemanusiaan memaparkan berdasarkan UU Dasar 1945, yang namanya rakyat Indonesia mempunyai hak yang sama di Republik ini dan dilindungi oleh negara.

Atas dasar itulah saudara-saudara kita yang mempunyai keterbatasan ini, dijamin negara untuk aktivitasnya. Misalnya pendidikan, pekerjaan, bahkan olahraga.

Baca: Pemkab Kubu Raya Belum Bangun Fasilitas untuk Penyandang Disabilitas, Ini Alasanya!

Dalam hal olahraga, kita tahu bahwa beberapa saudara kita yang mempunyai keterbatasan bahkan telah mengharumkan nama negara.

Dalam hal pendidikan, saudara-saudara kita difabel ini juga banyak yang berhasil.

Baca: Fasum Belum Ramah Disabilitas, Sekadau Siapkan Perda

Persoalannya, masih ada masyarakat yang belum siap menerima mereka.

Seolah-olah mereka warga kelas dua.

Lagipula pemerintah sendiri terkadang setengah-setangah dalam memberi kesempatan pada mereka.

Pemerintah "katanya" memberi perhatian kepada mereka.

Tapi kenyataannya banyak mereka ini yang belum merasakan sentuhan tersebut. Contoh nyata, lihat disekitar Jl Adi Sucipto antara Kantor Pos sampai Pasar Parit Baru.

Ada beberapa warga (entah darimana asalnya) duduk untuk minta belas kasihan orang.

Halaman
123
Penulis: Nasaruddin
Editor: Mirna Tribun
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved