Potensi Startup, Ini Kata Investor
Para pelaku startup di Pontianak juga semakin didukung dengan hadirnya Pontianak Digital Stream yang menjadi wadah bagi para pengiat IT lokal.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Potensi ekosistem startup digital di Pontianak diprediksi akan terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini didukung oleh jumlah penduduk usia produktif yang mencapai 70,17 persen dari total populasi dan 120 ribu pengguna internet aktif di Pontianak saat ini.
Para pelaku startup di Pontianak juga semakin didukung dengan hadirnya Pontianak Digital Stream yang menjadi wadah bagi para pengiat IT lokal untuk berkontibusi menjadikan Pontianak sebagai salah satu smart city yang terus memanfatkan teknologi untuk membangun ekonomi digital.
CEO IndoGen Capital, Chandra Firmanto yang merupaka jebolan University of Southern California, USA, former Business Analyst of Accenture Los Angeles sebagai investor siap membagi trick untuk mendapatkan investasi dan membawa startups mencapai sukses.
Baca: Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital Roadshow di Pontianak
Saat ini beberapa perbankan seperti BNI membuka akses pembiayaan bagi pelaku startup. Hanya saja pemberian kredit harus prudent, bahkan BNI sebelum Jokowi meluncurkan paket untuk mendukung dunia startup di tanah air sudah menyalurkan KUR untuk pelaku e-commerce.
Kendala yang masih dihadapi pelaku startup kata Chandra diantaranya bisnis plan dan revenue. Chandra sebagai salah satu investor mengaku terbuka untuk berbagi dengan para founder startup di Kota Pontianak untuk membuat perencanaan bisnis sesuai perspektif investor.
Chandra yang juga CEO of PT Aneka Makmur Sejahtera mengatakan fokusnya saat adalah membina bagaimana startup tumbuh dan berkembang. "Di Pontianak masih perlu pembinaan agar kuat dan memungkinkan dibiayai. Makanya fokus kami membina hingga tumbuh dan berkembang mandiri. Jika terlalu awal didanai takutnya startup pada posisi yang belum siap didanai malah kacau,"ujar Chandra pada Kamis, (24/11/2016).
Contohnya kata Chandra, adalah Bujang Kurir yang sustainable menjalankan bisnis mencari untung. Setelah berada di posisi yang siap dengan total ribuan order yang terselesaikan baru lah ia kata Chandra menghubungi investor yang bersedia mendanai misalnya jika Bujang Kurir membutuhkan dana untuk pengembangan di kota lain.
"Jadi memang ada tahapannya untuk mendapatkan pendanaan karena semuanya bertahap. Pendanaan nanti sifatnya ownership dan ada persentase yang diserahkan kepada investor. Maunya kita owner yang pegang kontrol, jika investor yang pegang kontrol semangatnya bisa hilang,"ujar Chandra.
Kota Pontianak kata Chandra terbilang potensial. Antusias founder startup diakui Chandra sangat tinggi. Sebelum Gerakan Nasional 1000 Startup Digital kata Chandra seperti Tripy dan beberapa startup lainnya semangat untuk sharing mengenai seperti apa contoh rencana bisnis hingga perjanjian untuk mengembangkan usahanya.
"Semangat luar biasa, tentu saja karena perkembangan digital di Kota Pontianak baru 2016. Jangan bandingkan Kota Pontianak dengan Jakarta yang bahkan seperti Tokopedia sudah memulainya 12 tabun lalu. Tapi potensinya besar, mungkin salah satu startup kita 2-3 tahun kedepan akan dilirik investor nasional atau internasional. Kita simpel tapi itu goal yang ingin kita jalankan atau bikin bisnis yang menjadi profit minimal itu yang bisa dicapai," ujar Chandra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ceo-indogen-capital-chandra-firmanto_20161124_151357.jpg)