Tugu Naga Singkawang Dirusak

Moses: Ini bukan Sara, Murni Kekecewaan Masyarakat

Tindakan kemarin bukan izin saya, saya juga tidak tau, tiba-tiba dapat telpon ada masa turun, mereka juga bukan demo bukan unjuk rasa.

FACEBOOK

Laporan Wartawan Tribunpontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Pasca aksi pengrusakan patung naga di jalan niaga, pasangan MAAF mengaku tidak mengetahui perihal tersebut. Menurut, Moses Ahie, ia telah menerima segala keputusan KPU beberapa waktu lalu dengan lapang dada.

"Tindakan kemarin bukan izin saya, saya juga tidak tau,  tiba-tiba dapat telpon ada masa turun, mereka juga bukan demo bukan unjuk rasa hanya menunjukan sikap. Kami sudah berusaha dan pada akhirnya dinyatakan tidak lolos, maka kami terima dengan lapang dada, serta tidak lagi ada kegiatan setelah itu," ujar Moses saat ditemui, Rabu (23/11/2016).

Diakuinya masa yang turun beberapa waktu lalu tersebut bukanlah tim Moses yang menurutnya diisukan berbagai pihak. Namun menurutnya inilah bentuk demokrasi dimana masyarakat respon, masyarakat mengawasi, dan merasa perlu bertanya kepada penyelenggara terkait tidak lolosnya pasangan yang mereka dukung.

Baca: BREAKING NEWS: Massa Rusak Tugu Naga, Tonton Videonya

"Itu bukan tim kami, ataupun relawan karena relawanpun belum turun, mungkin itu masyarakat yang kecewa. Itu pemilik KTP, yang mungkin merasa kok tiba-tiba tidak dihargai saat verifikasi kemudian kecewa," katanya.

Namun iapun menyayangkan terjadinya aksi anarkis oleh masa yang mengaku pendukung Moses tersebut.

"Masyarakat respon kami senang tapi ada tindakan yang anarkis, ini yang kami sesalkan. Kenapa pengawasannya kurang hingga oknom ini bisa ke pasar dan ketempat lainnya yang katanya pendukung Moses Ahie," ujarnya.

Serta ia menilai tindakan beberapa waktu lalu tidak ada kaitannya dengan sara, murni karena kekecewaan. "Kemarin itu juga bukan hanya dari satu etnis saja, tetapi banyak etnis yang berkumpul, murni karena kekecewaan mereka saja," tandasnya.

Karena itu ia pun menghimbau kepada seluruh pendukungnya agar bisa menerima keputusan dengan baik. Jangan sampai mengganggu ketertiban yang ada saat ini bahkan hingga merasakan masyarakat lain.

"Saya menghimbau, agar kita berjiwa besar, hargai lingkungan, hargai aturan kita minta situasi dijaga. Bertanya boleh, protes boleh unjuk rasa pun boleh, asal sesuai aturan, dan jangan anarkis, kita ingin lebih baik, kalau ada marah-marah maka di rem," pintanya.

Ia juga berharap kepada masyarakat khususnya pendukungnya agar jangan terpancing isu-isu yang dihembuskan pihak-pihak tak bertanggung jawab.

"Saya juga minta sikapi dengan Arif dan positif media sosial, bisa saja dia menghasut, dengan nama lain, media sosial jangan dipegang benar. Kemudian media juga, baik elektronik dan masa menyampaikan informasi dengan baik," tuturnya.

Kemudian ia juga menyampaikan telah mengintruksikan kepada pendukungnya agar bisa menerima keputusan dengan baik.

"Saya sudah intruksikan tidak ada gerakan karena sudah dinyatakan tidak lolos dan hingga saat ini Singkawang aman. Kalau gerakan dari luar saya tidak jamin, namun saya akan tetap berusaha jangan ada tindakan susulan," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved