Breaking News:

HMI Duga Ada Upaya Melumpuhan Konstitusi Lewat Penafsiran HAM

Karena tidak sehatnya kondisi ekonomi dan politik bangsa ini harus mengorbankan masyarakat.

TRIBUN PONTIANAK/Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Sekretaris umum HMI Cabang Pontianak, Zainudin Kismit. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sekretaris Umum HMI Cabang Pontianak, Zainudin Kismit menuturkan, situasi kebangsaan yang hari ini membuat rakyat Indonesia resah hingga ke akar rumput membuat organisasi kepemudaan prihatin.

Karena tidak sehatnya kondisi ekonomi dan politik bangsa ini harus mengorbankan masyarakat.

"Kita melihat ada upaya untuk melumpuhkan konstitusi negara melalui konstitusi, salah satunya melalui penafsiran HAM yang over," kata Zainudin, Rabu (23/11/2016).

Zainudin menilai semuanya dibenturkan pada HAM yang seolah-olah ingin menunjukan kekuatan konstitusi negara, tetapi justru malah melemahkannya sehingga HAM selalu menjadi alasan yang fundamental dan termasuk penempatan pluralisme yang seharusnya bukan menyentuh pada hal-hal yang prinsip karena plural berarti toleransi terhadap sesuatu yang umum dan bisa dimaklumi.

Pasca reformasi, rakyat menginginkan demokrasi yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, akan tetapi semua itu terbantahkan dan Indonesia belum mencapai kedaulatan tersebut.

Baca: BADKO HMI Kalbar: Kader HMI Kalbar Tidak Kalah Saing di Tingkat Nasional

Hal itu ditunjukan dengan hilangnya nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman berbangsa dan bernegara sehingga rakyat selalu dibenturkan pada sesuatu yang bersifat prinsip dan terlibat pada konflik-konflik horizontal. "Seharusnya Pancasila sudah pada tahap pengamalan dalam kehidupan sehari-hari," terangnya.

Ia berharap kesaktian Pancasila dan kesaktian UUD 1945 yang asli dapat menjadi kekuatan bangsa dalam mengendalikan iklim ekonomi, sosial, dan politik Indonesia dengan menjadikannya sebagai filosofi, ideologi, dan cita-cita dalam berbangsa dan bernegara.

Harapannya semua organisasi kepemudaan mampu memberikan edukasi politik yang positif kepada masyarakat, sehingga masyarakat tidak terlibat pada perang persepsi dan konflik antar sesama.

"Kita mengajak kepada semua elemen masyarakat untuk lebih cerdas dalam memfilter pemberitaan yang beredar dan jangan mudah terprovokasi dan di adu domba," harap Zainudin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved