Hadapi Popnas 2017, Atlet Perlu Pembinaan Lebih Matang
Untuk bersaing di Popnas ini kan tentunya semakin ketat, selama ini kita lihat para pelatih ketika menjelang pertandingan.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terkait hasil yang diraih atlet Kalimantan Barat pada Popwil 2016 wilayah II Jakarta, dengan meloloskan 9 atlet pencak silat, atlet bola basket putra dan putri, serta atlet tenis meja putri untuk melaju ke Popnas 2017 Semarang, tentunya banyak hal yang perlu dievaluasi.
Manurut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Barat, Syawal Bondorekso mengatakan perlu ada evaluasi yang dilakukan oleh pelatih baik secara kemampuan atlet maupun kematangan latihan.
"Untuk bersaing di Popnas ini kan tentunya semakin ketat, selama ini kita lihat para pelatih ketika menjelang pertandingan baru fokus melakukan pembinaan, hal itu harus dievaluasi kembali agar di Popnas kita juga bisa mendapat medali," kata Syawal kepada Tribun Pontianak, Rabu (23/11/2016).
Baca: Dispora Kalbar Minta Setiap Kabupaten Fokus Bina Cabor Unggulan
Ia juga mengharapkan kontingen Kalimantan Barat tidak mengulang kejadian seperti tahun sebelumnya, di mana pada saat penyelenggaraan Popwil mampu banyak meraih medali, sementara di Popnas tidak mampu meraih medali.
"Jangan sampai seperti tahun kemarin, sudah banyak dapat medali di Popwil sementara di Popnas tidak. Oleh sebab itu, perlu pembinaan yang lebih matang dari pelatih," ujar Syawal.
Kemudian untuk kegagalan cabang olahraga lain untuk melaju ke Popnas, ia mengimbau untuk dapat berkaca dari apa yang dilakukan oleh cabor basket, silat, dan tenis meja.
"Kalau kita lihat dari basket, mereka memilih pemain terbaik dari hasil kompetisi berseri. Kemudian tenis meja juga karena rajin diadakannya kompetisi yang melahirkan atlet berbakat. Sementara silat memang mereka rutin melakukan latihan jauh sebelum bertanding, itu harus dicontoh oleh cabor lain yang belum lolos," kata Syawal.