Kasus Korupsi Cetak Sawah di Ketapang

Ini Doa Angelina Sondakh untuk AKBP Brotoseno

Angelina Sondakh adalah mantan anggota DPR dari Partai Demokrat yang tengah menjalani hukuman pidana penjara di Rutan Pondok Bambu.

Ini Doa Angelina Sondakh untuk AKBP Brotoseno
kolase/Tribun Style
AKBP Brotoseno dan Angelina Sondakh. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Angelina Sondakh di Rutan Pondok Bambu, sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa ditangkapnya AKBP Raden Brotoseno.

Angie,-sapaan Angelina, dari tempat penahanannya akan senantiasa mendoakan yang terbaik untuk 'Mas Broto' dalam menjalani cobaan ini.

"Kemarin pagi saya sudah bertemu dan sudah lihat kondisi Angie dan . Saya ngobrol sebentar dengannya. Dia sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa Mas Broto. Tapi, saya lihat Angie dia enggak menangis, dia cukup tabah," kata Kepala Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Ika Yusanti kepada Tribun, Senin (21/11/2016).

Baca: AKBP Brotoseno Ditangkap, Apa Respons Angelina Sondakh?

"Dia mengatakan, 'Saya serahkan semua kepada Allah SWT. Saya senantiasa terus mendoakan yang terbaik untuk kebaikan Mas Broto'. Dia cukup tabah. Tapi, manusia kalau dia sedih dengan kejadian Mas Broto karena mengenal dekat," jelas Ika menceritakan pengakuan Angelina Sondakh.

AKBP Raden Brotoseno selaku Kanit III Subdit III Bareskrim ditangkap tim Satgas Saber Pungli dan Paminal Polri pada Jumat, 11 November 2016.

Tim menyita barang bukti uang sebesar Rp1,75 miliar darinya.

Tim juga menangkap rekan Brotoseno, Kompol DSY dengan barang bukti uang Rp150 juta, perantara pemberi uang berinisial LMB dengan barang bukti sisa uang sebesar Rp1,1 miliar dan pengacara Harris Arthur Haedar selaku pemberi uang.

Polri melansir, pemberian uang hampir Rp3 miliar tersebut diduga suap untuk memperlambat pemeriksaan DI terkait penuntasan penyidikan kasus korupsi cetak sawah Kementerian BUMN 2012-2014 di Ketapang, Kalimantan Barat, dengan Tersangka Direktur PT Sang Hyang Seri, Upik Rosalina Wasrin.

Kasus tersebut sudah disidik sejak April 2015 dan ditangani AKBP Raden Brotoseno di Bareskrim, namun tak kunjung bisa dibawa ke pengadilan.

Kini, keempatnya telah ditetapkan sebagai tersangka pemberi dan penerima suap.

Halaman
12
Editor: Marlen Sitinjak
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved