PT Peniti Sungai Purun Tampung Aspirasi dari Demo Karyawan dan Warga
Sayangnya penyampaian aspirasi dari masyarakat ini hanya disambut oleh jajaran PT PSP, sementara para pimpinan perusahaan tidak berada ditempat.
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Aksi demonstrasi ratusan masyarakat Desa Sungai Purun Kecil dan karyawan PT Peniti Sungai Purun (PSP) terhadap PT PSP, mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian, Senin (21/11/2016).
Sayangnya penyampaian aspirasi dari masyarakat ini hanya disambut oleh jajaran PT PSP, sementara para pimpinan perusahaan tidak berada ditempat.
Assisten Humas PT PSP, Sidarsono bersama jajaran PT PSP lainnya mengatakan belum bisa memberikan respon keputusan atas aksi dari masyarakat dan karyawan PT PSP.
"Saat ini kami hanya menampung aspirasi semuanya, karena pimpinan masih rapat di Pontianak mengikuti rapat anggaran," ungkapnya.
Baca: Ratusan Warga Mempawah dan Karyawan Demo PT PSP
Mereka pun berharap pihak desa menyampaikan usulan aspirasi juga disampaikan dalam bentuk tulisan agara dapat disampaikan kepada pimpinan.
Bahkan ia berharap dalam penyelesaian ini masalah ini nantinya melibatkan 3 pilar diantaranya perusahaan, masyarakat dan karyawan yang menyampaikan aspirasi dan pemerintah. "Terhadap aksi hari ini, kami tidak bisa untuk memberikan jawaban," ujarnya.
Lantas terkait beberapa tuntutan warga dan karyawan lainnya terkait dugaan tindak korupsi dikatakan pihaknya bersyukur lantas adanya apresiasi dan koreksi karyawan. Namun kembali lagi terkait kebenarannya harus melalui penyelidikan dan tidak bisa di tentukan sepihak.
"Dengan adanya aksi ini, memberikan arah kedepan bagi perusahaan kami sadari mungkin masih ada kekurangan yang pasti akan kami perbaiki," jelasnya.
Sementara kaitan dana CSR dikatakannya sudah di follow up pihaknya. "Jadi tidak benar kami tidak pernah melaksanakan," tukasnya.