Owner Putri Cendawan Budidayakan Jamur Dalam Kotak

Untuk memasyarakatkan hidup sehat dan mencintai jamur Owner Putri Cendawan, Fiya meluncurkan fun box Putri Cendawan yang targetnya dijual ke sekolah.

Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Siswa berfoto bersama dan menunjukkan fun box jamur atau cendawan. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Budidaya jamur sekarang bisa dilakukan dimana saja. Dengan media tanam yang sudah tersedia di dalam box, tidak perlu lahan khusus. Bahkan baglog jamur bisa di simpan di kamar bahkan ruang tamu.

Untuk memasyarakatkan hidup sehat dan mencintai jamur Owner Putri Cendawan, Fiya meluncurkan fun box Putri Cendawan yang targetnya dijual ke seluruh sekolah.

"Hari ini pertama kalinya kami ke Al Mumtaz untuk memperkenalkan budidaya jamur di dalam kotak. Ini dilakukan untuk mengenalkan budidaya jamur sejak dini. Jangka panjang anak nantinya lebih mengenal cendawan yang merupakan sayur tanpa musim, lebih besar gizi dan proteinnya. Enak di budayakan,"ujarnya di Al Mumtaz bersama Marketing, Arya Pratama pada Senin, (21/11/2016).

Baca: Menanam Jamur Dalam Kotak, Tonton Videonya

Mengapa jamur, karena kata Fiya selain terbukti bisa meningkatkan perekonomian menjadi lebih baik dari hasil penjualannya, jamur juga kaya gizi dan tidak mengenal musim. Untuk jangka panjang ia berharap anak mengenal cendawan lebih dini. Sehingga ia mengatakan nantinya kecintaan terhadap cendawan bisa di tularkan ke semua masyarakat minimal keluarga.

"Kami melihat potensi jamut bisa merubah perekonomian sekarang dan yang akan datang. Disamping sehat juga menguntungkan jika di budidayakan. Bahannya tidak terlalu mahal, dulu hutan sekarang kita budayakan dengan debu kayu. Total saat ini ada 7 ribu dan kumbung yang disediakan muatan 14 ribu, baglok,"ujarnya yang berlamat di Jalan Raya Jungkat, Jungkat Beach.

Siswa saat mendengarkan penjelasan Fiya begitu antusias. Naufal (5) mengaku sangat tertarik membudidayakan jamur. "Kan di lombakan walaupun tidak menang tidak apa yang penting bisa di goreng. Nauval terbiasa di kasih sayur kayak wortel, ketang termasuk makanan yang di suka yaitu jamur. Bagus programnya biar aktif mengajarkan disiplin. Pengen budidaya jadinya, di rumah ada delima, kurma, pepaya, tomat, cabai, mangga, anggrek juga ada,"ujarnya.

Waka Kesiswaan Al Mumtaz, Mustarom sangat merespon positif. "Karena melatih rasa tanggungjawab, setiap hari harus di lihat perkembangannya. Kebun sekolah sih sejauh ini hanya untuk praktek sayur-sayuran yang di tanamkan. Setelah anak-anak ikut budidaya semoga berpengaruh kepada mental dan tanggungjawab anak dalam segala hal baik tugas sekolah maupun lingkungan,"ujarnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved