Terakreditasi, Jakius Minta RSUD Utamakan Pelayanan

Karena ini akreditasi pertama, memang anggaran terbatas dan ada kekurangan lainnya,

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK/ALFON PARDOSI
Acara syukuran akreditasi RSUD Landak yang dihadiri Pj Bupati Landak pada Rabu (16/11/2016) malam 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Landak memperoleh akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan predikat lulus perdana pada tanggal 21 Oktober 2016 yang lalu.

Dengan terakreditasinya RSUD milik Pemkab Landak ini, tentu tuntutan pelayanan terbaik yang ada di RSUD Landak harus ditingkatkan. Termasuk juga menanggapi komplain yang dilakukan oleh keluarga pasien.

Seperti yang disampaikan Direktur RSUD Landak dr Pius Edwin, proses akreditasi tersebut memang berhubungan dengan pelayanan. Sebab ada standar yang dibuat dan harus pihaknya ikuti dalam panduannya termasuk alur komplain.

"Komplain dari pasien harus masuk ke rumah sakit. Selama ini kan komplain pasien banyak ke luar, ibarat kata menyampaikan sesuatu bukan pada tempatnya. Sehingga tidak mendapat jawaban yang tepat," ujar Pius saat syukuran Arakreditasi, Rabu (16/11/2016) malam.

Dijelaskannya lagi, namun dengan melalui alur komplain tersebut pihak RSUD Landak pasti akan menanggapi komplain yang disampaikan oleh pasien. Misalnya kalau ada komplain pasien di ruang rawat inap.

"Berarti masyarakat harus mengajukan kompalain dengan kepala ruangan rawat inap. Setelah itu diteruskan ke unit pengaduan, sampai sejauh mana proses pengaduan itu akan kita tanggapi," jelas Pius.

Dengan telah terakreditasinya RSUD yang ia pimpin, dirinya mengatakan target rumah sakit pada akhirnya adalah pada paripurna. "Karena ini akreditasi pertama, memang anggaran terbatas dan ada kekurangan lainnya," katanya.

Kemudian Akreditasi yang diperoleh RSUD Landak tersebut, sekaligus untuk menjawab tantangan dari pihak KARS dan tantangan dari Gubernur Kalbar yang disampaikan pada saat Rakerkesda tingkat provinsi.

"Pada kegiatan Rakerkesda itu, Pak Gubernur juga menantang. Sebab beliau melihat beberapa rumah sakit di Kalbar ini masih sedikit yang terakreditasi," paparnya.

Dimana saat itu Cornelis menginginkan sebelum berakhirnya masa jabatan sebagai Gubernur, semua rumah sakit di Kalbar sudah terakreditasi termasuk Puskesmas. Sehingga semua rumah sakit di Kalbar pelayanannya adalah paripurna akreditasi.

Baca: DPRD Desak RSUD Tingkatkan Pengawasan Insentif di Lingkungan Sekitar

Dijelaskannya lagi, akreditasi paripurna tersebut ada 16 Pokja yang harus dicapai oleh rumah sakit. "Kita sudah menyicil empat Pokja, berarti masih ada 12 Pokja lagi. Itu berat juga, yang empat Pokja ini saja kita pontang panting juga," terangnya.

Pj Bupati Landak, Jakius Sinyor merespon positif telah terakreditasinya RSUD Landak dengan predikat lulus perdana. "Kita melihat RSUD Landak ini masih baru, tapi sudah mampu meraih akreditasi. Kita harus dukung hal ini," ungkapnya.

Sedangkan untuk anggaran bagi RSUD Landak, ia mengatakan anggaran bagi RSUD Landak akan disesuaikan. Tergantung proposal dari RSUD Landak, apa yang diperlukan tentu akan diakomodir.

"Saya berharap, pelayanan di rumah sakit ini harus diutamakan. Jangan sampai nanti ada keluhan, saya harap ini jangan sampai terjadi," pungkasnya 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved