Musisi Pontianak Terhambat Perizinan
Kita merencanakan Encore Fest pada 12 November. Sewaktu mengurus perizinan, itu agak ribet. Padahal sebelumnya kita buat event tak sesulit ini....
Penulis: Nasaruddin | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kreativitas anak muda kreatif Pontianak, sudah merambah keluar negeri.
Terutama mereka yang berkreasi di musik ekstrim.
Kreativitas ini, tentu harus mendapat perhatian pihak terkait agar semakin berkembang. Karena semakin bagus kualitas mereka, juga akan memberikan dampak baik bagi kota ini.
Namun yang terjadi belakangan ini, dukungan bagi musisi ekstrim justru tidak terasa.
Venue khusus untuk mereka beraksi hingga kini, belum ada.
Beberapa event yang sudah siap digelar, izinnya justru dibekukan.
"Kita merencanakan Encore Fest pada 12 November. Sewaktu mengurus perizinan, itu agak ribet. Padahal sebelumnya kita buat event tak sesulit ini,"ungkap Keke, EO Encore Fest saat bertandang ke Tribun Pontianak, Rabu (16/11/2016).
Ribetnya perizinan, terjadi belakangan ini setelah beberapa EO sebelumnya kurang prosedur kepada pihak kepolisian. Juga situasi saat event digelar yang tidak kondusif.
Saat Encore Fest dicancel, Keke menyampaikan statement bahwa event dicancel akibat EO yang tidak bertanggung jawab dan tidak sesuai dengan janji ke pihak Kepolisian.
"Informasi dari Kepolisian, izin untuk event dibekukan sampai akhir tahun ini," katanya.
Eja dari Dubsuck berharap, masalah perijinan ini bisa disampaikan secara transparan.
Mulai dari apa saja syarat yang diperlukan, hingga berapa besar biaya untuk sebuah surat izin dan pengamanan dari Kepolisian.
"Kalaupun EO lain ada masalah, jangan dipukul rata," katanya.
Selain masalah perizinan, Juan, EO Blacktrack juga berharap adanya tempat khusus untuk menggelar event musik ekstrim.
Selama ini, pihaknya memang cukup kesulitan karena belum adanya tempat khusus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/musisi-pontianak_20161116_215732.jpg)