Pertumbuhan Ekonomi Harus Berkualitas
Sementara pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi yaitu sekitar 1.183 ribu orang atau mencapai 51,70 persen.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Mirna Tribun
Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala KPw BI Provinsi Kalbar, Dwi Suslamanto mengatakan syarat dari pertumbuhan yang berkualitas harus kuat, seimbang, inklusif dan berkelanjutan.
Pertumbuhan Ekonomi Kalbar di Triwulan III kata Dwi sudah memenuhi satu syarat yakni kuat (strong).
Ke depan yang perlu diupayakan adalah meningkatkan aspek keseimbangan, inklusifitas dan sustainability.
"Salah satu contoh upaya untuk meningkatkan sustainabilty dan inklusifitas adalah peningkatan sektor jasa, misal pariwisata. Pariwisata ini cocok di Kalbar mengingat (selain) multiplier effect sangat besar dan relatif tidak merusak lingkungan, hal ini juga sebagai transisi Kalbar menuju hilirisasi yang berbasis bahan baku karet, sawit, bauksit dan kelapa,"ujar Dwi Suslamanto pada Rabu, (16/11/2016).
Saat ini salah satu kendala utama untuk hilirisasi selain infrastruktur, air, listrik kata Dwi yang tidak kalah penting dan sangat struktural adalah kualitas SDM.
BPS merilis pada Agustus 2016 jumlah penduduk yang bekerja di sektor formal sebesar 874 ribu orang atau sebesar 38,19 persen.
Sementara 1.414 ribu orang atau sekitar 61,82 persen bekerja pada kegiatan informal.
Sementara pekerja pada jenjang pendidikan SD ke bawah masih mendominasi yaitu sekitar 1.183 ribu orang atau mencapai 51,70 persen.
Dwi mengungkapkan data BPS yang menunjukkan bahwa 50an persen SDM Kalbar lulusan SD menunjukkan kualitas SDM.
"Kenapa mayoritas SD karena pendapatan perkapita masyarakat Kalbar relatif masih rendah sehingga pendapatan mereka diprioritaskan kepada memenuhi kebutuhan pokok dulu,"ujar Dwi Suslamanto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/dwi-suslamanto_20161116_203527.jpg)