Ledakan Bom di Gereja Samarinda

Intan Olivia Susul Nenek dan Bibinya yang Tewas Dibegal Oktober Lalu

Dalam sebulan ia kehilangan tiga anggota keluarga, yakni ibunya, kakak kandungnya Dewi dan Intan, keponakannya.

Intan Olivia Susul Nenek dan Bibinya yang Tewas Dibegal Oktober Lalu
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Anggiat Banjarnahor (33) dan Diana Susanti Br Sinaga (32) tak kuasa menahan tangis melihat jenazah anaknya, Intan Olivia Banjarnahor (2), di balik peti kayu. Kerabat berdatangan ke rumah keduanya di RT 27 No. 70, Gang Jati 3, Harapan Baru, Samarinda Seberang, Kalimantan Timur, Senin (14/11/2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEDAN - Intan Olivia Banjarnahor, bocah perempuan usia dua tahun enam bulan, meninggal dunia.

Ia korban ledakan bom molotov di pekarangan Gereja Oikumene, Samarinda.

Duka menyelimuti keluarga besar Pungaran Banjarnahor, kakek Intan yang tinggal di Jalan Ringroad, Gang Guntur, Medan Sunggal, Kota Medan, Senin (14/11/2016).

Tamu-tamu berdatangan menyampaikan ucapan belasungkawa. Rumah ini ditinggali Agustini Banjarnahor, bibi Intan.

Sementara Pungaran memilih terbang ke Samarinda untuk melayat cucunya, Intan.

Baca: Kisah Samuel Tulung Menangkap Pelaku Bom Molotov di Samarinda

Agustini meneteskan air mata melihat foto Intan lewat layar ponsel.

Perempuan berkulit putih ini terakhir bertemu Intan tiga pekan lalu.

Intan dibawa orangtuanya melayat ke rumah bibinya, Dewi Sartika boru Banjarnahor (34).

Dewi adalah saudara perempuan Anggiat Manumpak Banjarnahor, ayah Intan.

Intan menyapa Dewi dengan sebutan namboru, atau bou.

Halaman
12
Editor: Marlen Sitinjak
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved