Tagana Ingatkan Masyarakat Ancaman Bajir, Puting Beliung dan Longsor
Itu tadi saya bilang tergantung camatnya. Kan yang bisa membentuk Tagana itu mereka, sesuai kebutuhan
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Ketua Taruna Tanggap Darurat (Tagana) Kabupaten Sanggau, Agustus AR mengingatkan masyarakat mewaspadai ancaman banjir, puting beliung dan longsor (batingsor) yang bisa terjadi disaat musim penghujan dan cuaca ekstrim seperti saat ini. Untuk itu, pihaknya tetap melakukan pengawasan daerah rawan banjir dan longsor di Kecamatan-Kecamatan.
“Kita juga punya personil di Kecamatan, tapi baru beberapa Kecamatan yang ada Tagananya, tapi jumlahnya tidak mencukupi,” kata Agus, sapaan akrabnya, Minggu (13/11/2016).
Untuk itu, Agus menyarankan Kecamatan yang rawan bencana menyiapkan relawan di daerahnya masing-masing.
“Contohnya Kecamatan Mukok, belum ada Tagana disana, persoalannya Camat inikan sudah kita sosialisasikan tahun lalu tapi belum ada tanggapan. Kita berharap Camat membentuk Tagana di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.
Baca: Jalan Longsor, Hati-hati Melintas di Jalur Pontianak-Landak
Untuk menghendel semua Kecamatan, Agus mengaku pihaknya kekurangan personil. Namun begitu, ada beberapa Kecamatan yang sudah memiliki Tagana. Misalnya di Kecamatan Meliau dan Kembayan. Untuk pemetaan kerawanan banjir sudah dilakukan diantaranya Meliau, Sosok, Bonti, Balai Karangan. “Itu tadi saya bilang tergantung camatnya. Kan yang bisa membentuk Tagana itu mereka, sesuai kebutuhan,” katanya.
Untuk anggaran operasional Tagana dihendel langsung oleh Dinas Sosial. Sementara untuk intensif anggota Tagana diberikan oleh pemerintah pusat yang dibayarkan enam bulan sekali. Untuk sosialisasi kepada masyarakat juga dilakukan Dinas Sosial dengan menggandeng Tagana.
“Kalau sifatnya bencana tentu kita dilibatkan, tapi anggarannya itu dari Dinas, bukan kami, kami hanya personil saja membantu memberikan sosialisasi,” pungkasnya.