Ini Berita Kalbar Yang Terbit Selasa, Vihara Singkawang Dilempar Tiga Molotov

Meski tidak ada korban jiwa dan kerusakan berarti, Wakil Gubernur Kalbar, Christaindy Sanjaya, meminta jajaran Polda Kalbar mengusut tuntas kasus ini.

Tayang:
Editor: Hasyim Ashari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/TRY JULIANSYAH
Pembina Vihara Kwan Im Kiung, Kim Liong saat menunjukan lokasi dilemparnya Bom Molotov yang terjadi, Senin (14/11) pukul 02.30 WIB. 

Vihara Dilempar Tiga Molotov

SINGKAWANG, TRIBUN -Vihara Budi Dharma (Kwan Im Kiung) di Jalan Gusti Situt Kota Singkawang, dilempari tiga bom molotov oleh orang tak dikenal, Senin (14/11) pukul 02.30 WIB.

Meski tidak ada korban jiwa dan kerusakan berarti, Wakil Gubernur Kalbar, Christaindy Sanjaya, meminta jajaran Polda Kalbar mengusut tuntas kasus ini.

Ia juga meminta semua pihak menahan diri dan tidak terporovokasi dengan tindakan yang mencoba mengusik ketengan di Singkawang ini.

Pembina Vihara Kwan Im Kiung, Kim Liong, menjelaskan molotov dilempar di samping vihara.

Saat kejadian, kondisi vihara memang tidak dalam penjagaan atau kosong.

Aksi pelemparan molotov baru diketahui penjaga dan pembina vihara, ketika dibuka kembali untuk beribadah warga Tionghoa.

"Kejadian sekitar jam 02.30 WIB kurang lebih. Ada dua hingga tiga bom molotov yang dilemparkan. Subuh itu memang tidak ada yang jaga dan dalam kondisi kosong," kata Kim Liong.

Kejadian ini langsung dilaporkan ke polisi untuk ditindak lanjuti.

"Semua bekas bom sudah diamankan pemadam kebakaran dan polisi. Sekarang sudah aman. Tidak ada masalah. Masyarakat juga tetap ibadah seperti biasa. Tidak ada yang merasa terganggu. Kami terus awasi juga," tuturnya.

Kim Liong berharap Vihara Kwan Im Kiung mendapat pengamanan lebih dari pihak kepolisian setempat. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Selasa (15/11/2016).(*) --

Inovasi Suzuki Daya Motor, Ganti Ban Pacul

PONTIANAK, TRIBUN - Diler resmi produsen mobil Suzuki di Kota Pontianak, Suzuki Daya Motor Pontianak, menawarkan unit pikap khusus.

'Bersenjatakan' ban khusus berjenis pacul merek Corsa 838 MT, pikap Mega Carry diharapkan dapat menjawab kebutuhan konsumen.

"Kami perhatikan, cukup banyak konsumen kami yang membutuhkan pikap dengan ban pacul. Terutama di daerah-daerah, yang infrastruktur jalannya relatif kurang baik " ujar Assistent Marketing Manager Suzuki Daya Motor, Erlangga (26), saat dijumpai di kantornya, Senin (14/11).

Ia mengungkapkan, ide untuk meluncurkan penawaran pikap Mega Carry dengan ban pacul ini lahir dari Brand Manager Suzuki Daya Motor Pontianak langsung.

"Idenya muncul saat diadakan agenda khusus terkait pikap beberapa lalu," ceritanya.

Lebih lanjut, Erlangga mengatakan, biasanya, lantaran tuntutan kebutuhan medan jalan di daerah-daerah, tak sedikit konsumennya yang langsung mengganti ban bawaan pabrikan usai mobil dibeli.

Tujuannya agar kendaraan bisa mumpuni melahap karakter jalan yang relatif lebih berat. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Selasa (15/11/2016).(*) --

Help Desk di Pasar Flamboyan

PONTIANAK, TRIBUN -Help Desk Amnesti Pajak sebagai pusat informasi serta bantuan memudahkan Wajib Pajak (WP) hadir di Pasar Flamboyan sejak Senin, (14/11) pagi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo, mengklaim help desk di Pasar Flamboyan merupakan pertama kalinya di Indonesia.

"Ini merupakan pertama kalinya di Indonesia. Tagline kami UKM Taat Bayar Pajak. Kita ingin Kota Pontianak sebagai contoh benar-benar otentik, benar-benar patuh, perintah bayar pajak kita laksanakan. Ini merupakan bentuk kerjasama Kantor KPP Pratama dengan Disperindag mewakili Pemerintah Kota Pontianak," ujar Haryadi.

Haryadi mengatakan memang program pemerintah salah satunya mengajak pelaku UMKM taat pajak. Per hari ini para pelaku usaha kecil ini khususnya UMKM yang ada di Pasar Flamboyan taat membayar pajak sesuai tagline yang diusungnya.

Bersama KPP Pratama Pontianak ditempatkan kantor informasi pelayanan pajak atau help desk.

Menurutnya di Pasar Flamboyan, total UMKM ada sekitar 1.300 pedagang. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Selasa (15/11/2016).(*) --

Jembatan Landak 2 Tahap Desain Akhir

PONTIANAK, TRIBUN -Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono memastikan pembangunan jembatan paralel Landak 2 saat ini memasuki tahap desain detail berkoordinasi dengan Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) dan Departemen Pekerjaan Umum (PU).

Pemkot Pontianak, jelasnya, berusaha agar pembangunan jembatan paralel Landak 2 segera dibangun.

"Pemerintah Kota Pontianak akan terus berupaya agar pembangunan Jembatan Landak 2 ini segera direalisasikan, karena ini menyangkut kehidupan orang banyak. Bukan hanya bagi warga Kota Pontianak," jelasnya Edi belum lama ini.

Pembangunan jembatan paralel Landak 2, jelasnya, sudah sangat mendesak.

Pasalnya hampir setiap hari terjadi kemacetan kawasan ini. Jembatan Landak saat ini menjadi akses utama darat saat ini. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Selasa (15/11/2016).(*) --

Agung Borneo Tewas Tabrak Tronton Parkir

SANGGAU, TRIBUN -Agung Borneo (13), warga Emplasmen, Gunung Meliau, Desa Meliau Hilir, Kecamatan Meliau, tewas setelah menabrak mobil tronton KB 9967 AE yang sedang parkir di Jl Jembatan Tayan, Dusun Piasak, Desa Pedalaman, Kecamatan Tayan Hilir, Senin (14/11).

Saat itu, korban mengendaraai motor jenis Vega R KB 3679 UQ berboncengan dengan ibunya, Lusiana Evik (38).

Kapolsek Tayan Hilir AKP Deny Gumilar menjelaskan kronologis kejadian, korban saat itu melaju dari arah Desa Kawat, Kecamatan Tayan Hilir.

Diduga karena tidak mengetahui adanya tronton parkir, Agung tak bisa mengelakkan kendaraannya dan menabrak.

"Sesampainya di jalan Jembatan Tayan, Agung tidak menyadari ada mobil tronton yang sedang parkir akibat pecah ban yang memakan badan jalan. Diduga korban menabrak dan ibunya mengalami luka-luka," kata Deny kepada Tribun melalui sambungan telepon seluler.

Saat kejadian naas tersebut, Deny mengakui penerangan di lokasi kejadian minim. Sementara korban memacu kendaraannya.

"Akibat tabrakan itu Agung meninggal dunia dan ibunya mengalami luka dan tangan sebelah kiri keseleo dan luka-luka di kaki kiri dan kanan," jelasnya. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Selasa (15/11/2016).(*) --

Promo Granit Rp 95 Ribu

KUBU RAYA, TRIBUN -Pelayanan terbaik agaknya benar-benar jadi konsen Studio Bangunan.

Tak tanggung-tanggung, supermarket bahan bangunan modern pertama di Kabupaten Kubu Raya ini, melayani konsumennya sepekan penuh, Senin-Minggu.

"Kami buka setiap hari. Senin sampai Minggu, dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 sore," ujar pendiri sekaligus pemilik Studio Bangunan, Frenky, di tempat usahanya yang beralamat di Jl Sungai Raya Dalam, Kubu Raya, Senin (14/11).

Ia mengungkapkan, dengan kebijakan itu, layanan yang diberikan kepada konsumen benar-benar optimal. Sehingga siap sedia melayani kapan pun konsumen butuh.

Lebih lanjut ia menuturkan, ada ribuan produk dan lebih dari lebih 50 brand yang ditawarkan di supermarket bahan bangunan ini.

Menampilkan produk-produk terbaik, pengunjung bisa menjelajah ke setiap sudut supermarket yang memiliki dua lantai ini.

Selain produk kualitas terbaik, konsumen juga dimanjakan dengan aneka promo yang menguntungkan.

Sehingga tak hanya mendapatkan barang-barang terbaik, konsumen juga endapatkan keuntungan dari promo-promo tersebut.

"Sesuai dengan motto kami 'Belanja di Sini, Segalanya Lebih Baik'," kata Frengky. --selengkapnya, baca edisi cetak Tribun Pontianak, Selasa (15/11/2016).(*) --

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved