Munaldus: Kami Ingin Seperti Koperasi Mon Dragon Spanyol

Kami berencana membangun Universitas Keling Kumang. Kami juga berkomitmen melestarikan hutan primer yang ada di kawasan CU KK menjadi ekowisata.

Munaldus: Kami Ingin Seperti Koperasi Mon Dragon Spanyol
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menandatangani prasasti peresmian Hotel Ladja milik Keling Kumang Group (KKG) di Sintang Business Center, Jalan YC Oevang Oeray Sintang, Minggu (13/11/2016) sore. Menteri didampingi Bupati Sintang Jarot Winarno, Bupati Sekadau Rupinus dan Ketua DPRD Sintang Jeffray Edward. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Ketua Induk Koperasi Usaha Rakyat (INKUR) sekaligus tuan rumah, Munaldus menerangkan pembangunan Hotel Ladja merupakan swadaya dari para anggota Credit Union (CU) Keling Kumang.

“Hotel Ladja bernuansa Dayak Ibanic ini memiliki 20 kamar dengan 27 kamar tidur. Lokasi berada di Sintang Business Center Keling Kumang Group (KKG) terdiri dari Kantor CU Keling Kumang, Hotel Ladja, Minimarket K-52, serta Toko Souvenir dan Resto,” ungkapnya, Minggu (13/11) sore.

Peresmian hotel, terang Munaldus, kian menunjukkan eksistensi KKG lewat berbagai unit usaha. Saat ini KKG tidak hanya koperasi yang memberikan pelayanan simpan pinjam saja.

“Kami ingin seperti koperasi Mon Dragon Spanyol. Saat ini sudah ada Koperasi Simpan Pinjam CU KK. Lalu tiga inisiasi yang masuk gerakan Koperasi Nasional yakni Toko K-52, Koperasi Produksi K-77 yang menyediakan energi listrik terbarukan serta penyediaan pupuk bersubsidi bagi anggota dan Bidang Hotel,” timpalnya.

Tidak hanya itu, KKG juga membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Keling Kumang di Sekadau untuk mendidik dan menanamkan jiwa wirausaha bagi anak-anak anggota CU.

“Kami berencana membangun Universitas Keling Kumang. Kami juga berkomitmen melestarikan hutan primer yang ada di kawasan CU KK menjadi ekowisata. Seperti di Kantor Pusat CU KK Tapang Sambas, di Kapuas Hulu dan Tempunak,” paparnya.

Saat ini anggota CU KK sekitar 164.171 orang dengan total aset diatas Rp 1,2 Triliun. Munaldus menyampaikan rasa terimakasih kepada Kementerian Koperasi dan UKM yang telah mempromosikan CU KK melalui media televisi nasional.

“Terima kasih kepada Bapak Menteri yang telah hadir. Kami berharap ke depan koperasi dapat bebas pajak, sebab kami memberdayakan anggota menengah ke bawah yang tinggal jauh ke pedalaman,” harapnya.

Khusus CU KK, biaya pemberdayaan untuk mendidik anggota menghabiskan sekitar Rp 3-4 miliar setahun. Munaldus juga berharap rencana ajuan K-77 dari pengecer pupuk bersubsidi jadi distributor dapat dipertimbangkan.

“Semoga distributor pupuk menjadi kenyataan. Mimpi kami koperasi juga bisa mengelola kebun sawit,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved