Daihatsu Hi Max Lahir Dari Kebutuhan Pasar Ceruk
Terutama untuk kebutuhan kendaraan angkut yang dapat melalui jalan sempit, seperti area pemukiman yang terbilang sangat banyak di daerah perkotaan.
Penulis: Ishak | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Daihatsu Hi Max, merupakan Pick Up yang 'dilahirkan' dari kebutuhan pasar ceruk yang belum tergarap oleh produsen otomotif di tanah air.
Karena itu, keberadaan diharapkan bisa menjawab kebutuhan tersebut.
Terutama untuk kebutuhan kendaraan angkut yang dapat melalui jalan sempit, seperti area pemukiman yang terbilang sangat banyak di daerah perkotaan.
Sebab, sejauh ini, kendaraan angkut bertipe mobil Pick Up, rata-rata berbadan cukup besar.
Hal ini diutarakan Kepala Marketing Daihatsu Kubu Raya, Jodi Idris, berpose usai memberikan keterangan dalam sesi konferensi pers pada agenda Launching Daihatsu Hi Max, di Restoran Gajahmada Pontianak, Sabtu (12/11/21016)
"72 persen kebutuh angkutan itu justru berada di jalan sempit. Selain itu, rata-rata daya angkut yang dibutuhkan dengan bobot 0-800 Kg itu, sekitar 56 persen.Ternyata (potensinya-red) cukup besar. Apalagi insfratruktur jalan di perkotaan Indonesia, banyak yang relatif sempit," ujarnya.
Faktor lain yang menjadi pertimbangan, yakni soal kecenderungan konsumen yang membutuhkan kendaraan berbiaya perawatan murah. "67 persen kebutuhan ada di kendaraan biaya perawatan untuk kendaraan niaga berjenis pick up," tambahnya.
Sejauh ini, untuk mobil Pick Up dengan kemampuan angkut nol sampai 800 Kg dan berbiaya perawatan relatif murah, belum ada yang bermain di pasar ini. "Karena itulah Daihatsu menciptakan produk ini," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kepala-marketing-daihatsu-kubu-raya-jodi-idris_20161113_235207.jpg)