Milton Crosby Ajak Orangtua Perangi Narkoba di Sintang

Jadi semua harus waspada. Mari perang terhadap narkoba. Tidak ada maaf bagi narkoba. Ini tidak bisa sendiri, harus bersama-sama.

Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Rizky Zulham
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FILE
Milton Crosby 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Kabupaten Sintang menduduki peringkat tiga tingkat penyalahgunaan narkoba dari 14 Kabupaten atau Kota se-Kalimantan Barat. Posisi tersebut jelas memantik keprihatinan, terlebih bahaya narkoba sangat masif bagi generasi muda.

Saat ini, modus peyalahgunaannya pun beragam. Narkoba tidak hanya berbentuk pil dan permen. Namun, ada juga berbentuk rokok, makanan roti dan sebagainya.

Tokoh Masyarakat Sintang, Milton Crosby menyadari untuk memberantas narkoba tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah, aparat penegak hukum dan Badan Narkotika Nasional (BNN) saja.

 “Jadi semua harus waspada. Mari perang terhadap narkoba. Tidak ada maaf bagi narkoba. Ini tidak bisa sendiri, harus bersama-sama,” ungkapnya kepada Tribun, Jumat (11/11/2016).

Mantan Bupati Sintang Periode 2005-2015 ini menerangkan semua pihak punya peran masing-masing. Menurutnya, pemaksimalan peran orangtua sangat vital terhadap anaknya masing-masing.

“Untuk itu saya imbau seluruh orangtua baik bapak-bapak dan ibu-ibu harus memproteksi anak-anaknya,” imbaunya.  

Orangtua harus mengontrol aktivitas dan memahami kebiasaan anak-anaknya. Apakah anak lebih banyak keluar rumah di waktu malam atau sore. Orangtua harus mengetahui siapa teman-teman anaknya.

“Orangtua juga harus memperkuat basis agama sejak kecil. Itulah benteng paling utama memproteksi keluarga dari problem narkoba,” terangnya.

Apabila kualitas agama baik, anak akan menghindari hal-hal berbau narkoba. Sebab, narkoba tidak dibenarkan dalam kaidah-kaidah agama apapun.

“Selain orangtua, peran lingkungan masyarakat juga penting. Masyarakat harus peka, terutama yang berada di lingkungan kost-kostan,” jelasnya.

Di sekolah, selain mengajar guru-guru harus disiplin mengawasi anak didiknya dan menjalankan fungsi konseling ketika terlihat perilaku agak aneh dan sebagainya yang mengarah kepada ciri-ciri penyalahgunaan narkoba.

“Tokoh agama dan tokoh masyarakat juga harus terus mengingatkan khususnya untuk anak-anak kita yang berasal dari desa atau kampung,” tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved