Breaking News:

Cagar Alam Mandor Keberadaannya Sungguh Memprihatinkan

Seperti pantauan Tribun ketika masuk ke cagar alam pada Kamis (10/11/2016), lokasinya juga tidak jauh dari pemukiman penduduk setempat.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFON PARDOSI
Cagar Alam Mandor berupa padang pasir 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Cagar alam Mandor keberadaannya saat ini sungguh memperihatinkan, pasalnya lahan yang berada tepat di belakang Pasar Mandor ini sudah seperti padang pasir yang cukup luas. Karena terlihat pasir putih yang membentang.

Seperti pantauan Tribun ketika masuk ke cagar alam pada Kamis (10/11/2016), lokasinya juga tidak jauh dari pemukiman penduduk setempat. Hanya menempuh sekitar 10 menit menggunakan sepeda motor langsung tiba.

Tidak ada plang nama atau pun penanda bahwa lokasi tersebut adalah cagar alam, sehingga begitu masuk ke kawasan cagar alam dari arah Pasar Lintang Mandor langsung terlihat hamparan pasir putih.

Meski ada tumbuhan di antara pasir tersebut, namun jumlahnya sangat sedikit. Bentangan hamparan pasir tersebut cukup luas, kasat mata memandang untuk lebar sekitar 500-1 KM dengan panjang sekitar 4-5 kilo meter.

Sedangkan di pinggiran hamparan pasir tersebut adalah hutan, tetapi hanya hutan yang seperti baru tumbuh. Sebab tidak ada terlihat pohon-pohon besar atau pun pohon rindang yang menjulang tinggi ke atas.

Memang berdasarkan informasi yang di dapat, lokasi tersebut sebelumnya digunakan oknum masyarakat untuk melakukan aktivitas Penambang Emas Tanpa Ijin (Peti). Terbukti dengan banyaknya tumpukan-tumpukan pasir.

Kemudian terlihat juga genangan-genangan air seperti danau-danau kecil, yang jumlah sekitar puluhan. Genangan air itulah dulunya tempat oknum masyarakat melakukan aktifitas Peti dengan menyedot pasir menggunakan mesin.

Selain itu, lokasi cagar alam ternyata juga merupakan arus lalu lintas yang digunakan sebagian masyarakat untuk menuju Dusun Kopiang. Ketika berada di lokasi, Tribun juga menemukan penggendar yang hendak ke Dusun Kopiang.

Sungguh memprihatinkan juga bagi masyarakat yang tinggal di Dusun Kopiang, sebab jalan menuju ke tempat mereka harus melewati pasir-pasir yang cukup tebal. Sehingga harus ekstra hati-hati jika menggunakan sepeda motor takut tergelincir.

Halaman
12
Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved