Abdurahman Terpaksa Berendam Lumpur Mendokumentasikan Burung di Ketapang
Abdurahman menjelaskan, bagi burung yang cuma transit, mereka akan lebih cepat pergi dari biasanya atau malah tidak mampir.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Jamadin
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Abdurahman Alqadrie terpaksa berendam di lumpur untuk mendokumentasikan jenis-jenis burung yang sangat sulit didekati. Hal itu dilakukan utukk pengamatan terhadap spesies burung yang ada di Ketapang.
Seperti family scholopacidae, hampir semua jenis burung pantai. Dari sekedar untuk kebutuhan identifikasi burung, dalam perjalannya mereka menemukan jenis-jenis langka, seperti Bangau Strom.
Dirinya kemudian terpikir untuk membuat lembaga yang diharapkan menjadi pendorong untuk upaya konservasi burung dan habitatnya di Ketapang.
Terbentuklah Ketapang Biodiversity Keeping atau yang sebelumnya dikenal dengan Kawan Burung Ketapang.(dum) Pengaruh Perambahan Hutan Perambahan Hutan besar-besaran untuk perkebunan maupun tambang, berdampak pada migrasi burung di Ketapang.
Abdurahman menjelaskan, bagi burung yang cuma transit, mereka akan lebih cepat pergi dari biasanya atau malah tidak mampir.
"Bagi burung yang melewatkan musim dingin dengan menetap, itu akan besar pengaruhnya. Misalnya mereka kemudian kehilangan tempat mencari makan dan tempat berlindung," ujarnya.
Baca: Abdurahman Temukan Burung Langka di Ketapang
Akibatnya bisa saja menimbulkan kematian. Kemudian terjadi persaingan makanan atau bertemu predator. Jika itu terjadi, akan terputus rantai migrasi serta keseimbangan ekologi akan rusak. Imbasnya berpengaruh kepada manusia juga.
"Berpengaruh pada pertanian, contohnya, akan banyak hama yang over populasi," katanya.
Selama ini manusia berpendapat bahwa semua yang ada di bumi adalah untuk manusia. Termasuk burung-burung yang tak layak dikomsumsi jadi peliharaan.
"Padahal dari sisi ilmu pengetahuan misalnya, burung adalah penyeimbang ekosistem yang penting. Sementara manusia adalah pemanfaat ekosistem yang paling dominan. Bayangkan jika ekosistem rusak, manusia adalah korban," tegasnya.
Anak Muda Peduli Lingkungan Ketapang Biodiversity Keeping tak sekedar tempat berkumpulnya para pengamat migrasi burung.
Wadah ini, juga menjadi sarana bagi merek yang ada di dalamnya untuk berkampanye tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Para siswa yang ada di Ketapang, dalam beberapa kesempatan juga diikutsertakan dalam berbagai event guna regenerasi pecinta lingkungan. "Misalnya hari burung migrasi sedunia, hari burung pantai, hari bumi, orangutan day, itu siswa-siswa kita libatkan dalam kegiatan. Sambil pengamatan, kadang kita gelar penanaman mangrov atau penanaman pohon pakan satwa," katanya.
Beberapa kegiatan sempat dipublis bisa dilihat di blog kbk-ketapangbiodiversity.blogspot.co.id.
Seperti perayaan Hari Burung Bermigrasi se Dunia, 8 Mei lalu. Dimana Perayaan itu diisi dengan workshop dan pengamatan burung di Pematang Gadung, Ketapang yang diikuti siswa, mahasiswa dan masyarakat serta anggota lembaga.
Kegiatan digelar bersamaan dengan Birding Society Of Ketapang (BSOK). Abdurahman mengatakan, pihaknya berusaha melakukan aksi konservasi dengan penyadartahuan kepada anak-anak sekolah, publikasi temuan-temuan penting dan menyuarakan ke pemerintah daerah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/berendam-lumpur_20161104_131432.jpg)