Terkait Raibnya Simpanan Nasabah, OJK Kalbar Sebut Belum Dapat Laporan Resmi

Sebab, diakuinya, dirinya yang merupakan warga Pontianak, Kalbar, tak merasa melakukan penarikan itu.

Penulis: Ishak | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/FACEBOOK
Netizen dengan nama akun Ranti Nurfitriana Liputo, memposting kekesalannya atas kejadian berkurangnya uang tabungannya di satu bank BUMN tanah air, di media sosial Facebook. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kejahatan siber (cybercrime) diperkirakan menimpa satu dari nasabah bank pelat merah (BUMN-red).

Sang nasabahpun memposting kekesalannya di sosial media Facebook, dengan nama akun Ranti Nurfitriana Liputo.

Baca: Kaget Uang Tabungannya Berkurang Rp 20 Juta, Netizen ini Curhat di Facebook

Pada prosesnya, dari cetak rekening koran akun bank miliknya, tercatat uangnya berkurang puluhan juta rupiah.

Penarikan dilakukan di satu dari fasilitas Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bank tersebut, di kota Mataram, NTB.

Sontak saja ia merasa berang.

Sebab, diakuinya, dirinya yang merupakan warga Pontianak, Kalbar, tak merasa melakukan penarikan itu.

Lebih-lebih penarikan dilakukan di kota Mataram, yang berjarak ribuan kilometer.

Atas kejadian ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Perwakilan Kalbar, mengaku belum mendapatkan laporan.

"Kami belum terima aduan resmi," ujar Kepala Sub Bagian Edukasi Perlindungan Konsumen OJK Kalbar, M Fahmi Prihandani, saat dijumpai usai acara Media Gathering, di Mercure Hotel Pontianak, Senin (31/10/2016).

Belum adanya aduan resmi ini, menurutnya, membuat pihaknya belum bisa berkomentar banyak terkait kejadian ini. 

"Namun yang pasti, tentunya ini jadi konsen OJK untuk penyelesaian masalah tersebut," terangnya.

Sebagai langkah awal, dirinya menyarankan agar nasabah melaporkan masalah ini terlebih dahulu kepada bank terkait. Sehingga ditemukan solusi bersama antara kedua belah pihak.

"Nanti diproses oleh IJK - nya dulu (Industri Jasa Keuangan - bank terkait) terlebih dahulu.  Misalkan penyelesaian itu tidak sesuai harapan konsumen, konsumen bisa meneruskan aduannya ke OJK," jelasnya.

Pihaknya, menurutnya terbuka kepada masyarakat yang hendak mengadukan permasalahannya. Sehingga masalah ini bisa segera diatasi.

Pihaknya disebutnya juga menyikapi masalah ini dengan serius.

"Kami akan carikan solusinya," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved