Pilkada Serentak

Polda Kalbar: Jalankan Pilkada Dengan Damai, Jangan Terprovokasi Isu Menyesatkan

Jika memang itu pelanggaran pemilu, maka akan diproses Panwaslu secara dengan perundang-undangan

Polda Kalbar: Jalankan Pilkada Dengan Damai, Jangan Terprovokasi Isu Menyesatkan
TRIBUNFILE/IST
Kombes Suhadi SW 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terkait pengawasan dan tindakan dari Kepolisian terhadap pelanggar pemilu atau Pilkada sendiri, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Suhadi menuturkan bahwa, sudah ada mekanisme yang diatur, dalam penindakan pelanggaran di pemilihan kepala daerah.

"Kaitannnya dengan pelanggaran pemilu itu, ada mekanisme dalam penindakannya secara khusus sesuai dengan perundang-undangan yang ada. Dimana kita sudah membentuk tim khusus di Panwaslu yaitu Gakumdu," ujarnya kepada wartawan di KPU Kalbar, Selasa (25/10/2016).

Suhadi menyatakan, pelanggaran yang ditemukan itu dilaporkan masyarakat ke Panwaslu dan Gakumdu. Jika memang itu pelanggaran pemilu, maka akan diproses Panwaslu secara dengan perundang-undangan yang berlaku. "Nah, sebaliknya jika itu adalah, pelanggaran pidana maka sesuai rekomendasi dari Gakumdu kepolisian akan menindaklanjuti," jelasnya.

Terkait dengan pelanggaran di media sosial, Suhadi menjelaskan, jika kewenangan dari Kominfo dan Panwaslu untuk melakukan pengawasan. Jika ditemukan pelanggaran di media sosial maka akan didiskusikan di dalam Gakumdu. "
Jika menemukan pelanggaran dikoordinasikan, dengan Panwaslu dan kemudian ke Gakumdu yang anggotannya Polisi, Kejaksaan dan Panwaslu," ucapnya.

Dengan ini Suhadi mengimbau, kepada setiap pasangan calon dan timnya untuk tidak melakukan hal-hal yang bersifat provokasi dalam menjalankan proses pemilu seperti, isu SARA, dan perpecah belah masyarakat Kalbar. "Kita harap, proses Pilkada di Kalbar berjalan dengan baik, aman, dan nyaman," ujarnya.

Begitu juga dengan masyarakat sendiri kata Suhadi, agar tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang menyesatkan atau isu SARA. Karena di Pilkada sangat rawan akan isu-isu tersebut. "Kota Singkawang yang merupakan melaksanakan Pilkada, sangat rawan akan muncul isu SARA, maka saya minta dan himbau semua bisa melaksanakan pesta demokrasi dengan baik. Kalau di Landak tidak terlalu, karena hanya satu pasangan calon," ungkapnya. (rul)

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Galih Nofrio Nanda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved